Desa Tumbang Sabetung, Kec. Katingan Hulu, Kab. Katingan, Prov. Kalimantan Tengah Tanggal Pelayanan: Minggu, 22 Februari 2026

Syalom, Sahabat Damar Kasih di manapun Anda berada.

Pagi ini, kabut tipis masih menyelimuti rimbunnya hutan pedalaman Kalimantan Tengah. Suara gemericik air sungai dan kicauan burung menjadi melodi alam yang mengiringi langkah kaki kami, para relawan misionaris Yayasan Damar Kasih Indonesia. Di tengah kesederhanaan Desa Tumbang Sabetung, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, ada sebuah kehangatan luar biasa yang selalu kami nantikan: senyum anak-anak Sekolah Hari Minggu.

Screenshot 2026 02 22 122918

Tepat pada pukul 08.00 WIB, ibadah Sekolah Minggu kami mulai. Ruangan sederhana yang terbuat dari kayu ini seketika dipenuhi oleh tawa dan keceriaan dari enam malaikat kecil titipan Tuhan. Pagi ini kami bersukacita bersama Pras, Winny, Jelsi, Aldi, Tayo, dan Raffa. Meski jumlah mereka tidak banyak, namun semangat mereka untuk beribadah dan mendengarkan Firman Tuhan sungguh mengalahkan luasnya hutan yang mengelilingi desa ini.

Ibadah pagi ini terasa sangat istimewa. Mengawali pelajaran, kami mengajak anak-anak untuk membuka telinga dan hati mendengarkan pembacaan Alkitab yang terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Kitab Kejadian 6 ayat 3 sampai ayat 4. Melalui pembacaan ini, kami merenungkan bersama tentang bagaimana manusia memiliki keterbatasan dan betapa kita sangat membutuhkan kasih karunia serta bimbingan Roh Tuhan dalam perjalanan hidup kita, terlebih di tengah dunia yang penuh tantangan ini.

Setelah merenungkan keterbatasan manusia dalam Perjanjian Lama, tibalah saat yang paling dinantikan anak-anak: sesi bercerita. Pagi ini, Ibu Guru Lili membawakan sebuah kisah yang menjadi pusat dari iman percaya kita, yaitu kisah tentang Bukit Golgota.

Dengan bahasa yang sederhana namun penuh penjiwaan, Ibu Lili menceritakan bagaimana Tuhan Yesus berjalan memanggul salib menuju Bukit Golgota. Mata Pras dan Winny tampak berkaca-kaca, sementara Jelsi, Aldi, Tayo, dan Raffa mendengarkan dengan sangat saksama, seolah-olah mereka ikut berjalan di belakang Yesus. Ibu Lili menjelaskan bahwa di atas bukit itulah, kasih Tuhan yang paling besar dibuktikan. Pengorbanan di Bukit Golgota adalah jawaban Tuhan atas kelemahan dan dosa manusia yang telah kita baca di Kitab Kejadian tadi. Bahwa karena cinta-Nya kepada kita semua—termasuk kepada anak-anak di Tumbang Sabetung—Dia rela menyerahkan nyawa-Nya.

Melihat respons anak-anak ini, hati kami sebagai pelayan Tuhan sungguh terenyuh. Di desa yang terpelosok dan jauh dari hiruk-pikuk kemajuan kota, benih Injil itu jatuh di tanah yang subur, yakni di hati anak-anak yang polos dan tulus.

Sahabat Damar Kasih, pelayanan di Tumbang Sabetung ini tidak akan bisa terus berjalan tanpa topangan doa dan dukungan dari Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Kami mohon terus doakan Pras, Winny, Jelsi, Aldi, Tayo, dan Raffa agar mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang mengasihi Tuhan dan kelak menjadi terang bagi desa mereka dan bagi tanah Kalimantan. Doakan juga kami, para relawan dan Ibu Guru Lili, agar senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, dan perlindungan selama melayani di pedalaman ini.

WhatsApp Image 2026 02 22 At 10.45.59

Biarlah kasih yang memancar dari Bukit Golgota terus menerangi setiap sudut Nusantara, dari kota besar hingga ke kedalaman hutan Katingan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Untuk mendukung pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia di pedalaman Kalimantan, silakan kunjungi halaman [Donasi] pada website kami.

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)