Tumbang Sabetung – Shalom, sahabat kasih di mana pun berada! Salam damai dari kami, para volunteer Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI). Pagi ini, Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 08.00wib, kami kembali merasakan keajaiban itu di pedalaman Kalimantan Tengah. Di tengah keterbatasan, kami menemukan iman yang tak terbatas.

Kebaktian Pesekutuan hari ini terasa begitu istimewa, sederhana namun penuh dengan air mata sukacita. Mari saya ceritakan sedikit bagaimana Tuhan bekerja luar biasa di tengah saudara-saudari kita di sini. Hanya beratapkan bangunan sederhana dan beralaskan kesederhanaan, Kebaktian Pesekutuan hari ini dipimpin langsung oleh sosok yang penuh keibuan, Bunda Lilie. Suara beliau yang lembut namun tegas menggema, mengawali perjumpaan kami dengan Tuhan melalui Doa Pembuka yang begitu menyentuh hati, membawa setiap kami yang hadir untuk benar-benar berserah. Peserta Sekolah Hari minggu yang dapat Hadir :

  1. Eka Prasty;
  2. Winny Notrisha;
  3. Mario;
  4. Cia;
  5. Tayo;
  6. Melky;
  7. Jelsie;
  8. Jihan;
  9. Jonathan;

WhatsApp Image 2026 08 09 At 09.16.25 (1)

Pelayanan hari ini melibatkan saudara-saudari terkasih yang melayani dengan segenap hati:

  • Pembacaan Nast Alkitab (Amsal 12:1-6): Dibawakan dengan lantang dan penuh hikmat oleh saudara Eka Prastya.

    “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.” Ayat ini menjadi pengingat yang tajam bagi kami semua. Di pedalaman ini, antusiasme jemaat untuk dididik dan ditegur oleh Firman Tuhan sungguh membuat kami para misionaris merasa malu jika kami sendiri sering mengabaikan teguran-Nya.

  • Doa Persembahan: Dipanjatkan dengan penuh syukur oleh saudari Jelsie. Doanya mengingatkan kami bahwa apa pun yang kita miliki, sekecil apa pun itu di mata dunia, adalah berharga di mata Tuhan.

  • Pengumpulan Persembahan: Kantong kolekte diedarkan dengan senyum tulus oleh saudari Jihan. Melihat jemaat memberikan persembahan dari kekurangan mereka sungguh menggetarkan hati.

  • Doa Penutup: Ibadah diakhiri dengan doa berkat dan penutup yang penuh kuasa oleh saudari Winny No Trisha, mengutus kami kembali ke kehidupan sehari-hari dengan damai sejahtera.

Puncak dari ibadah hari ini adalah Firman Tuhan yang terambil dari Matius 18:21-22:

“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?’ Yesus berkata kepadanya: ‘Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.'”

Di tengah kehidupan pedalaman yang keras, gesekan antar warga sering kali terjadi. Namun, pesan hari ini menghancurkan hati kami semua. Mengampuni bukan tentang siapa yang salah dan benar, tapi tentang membebaskan diri kita sendiri agar Kasih Kristus bisa mengalir. Tujuh puluh kali tujuh kali bukan sekadar angka matematika, melainkan panggilan untuk memiliki kasih karunia yang tak terbatas, sama seperti Kristus yang telah lebih dulu mengampuni kita.

Melihat jemaat saling bersalaman, berpelukan, dan memaafkan seusai ibadah adalah pemandangan terindah yang mengalahkan panorama alam mana pun di Kalimantan ini.

Sahabat, pelayanan di pedalaman bukan sekadar tentang membangun gedung gereja fisik, tetapi membangun Bait Allah di dalam hati setiap orang percaya. Jemaat di Kalimantan Tengah ini sangat haus akan Firman Tuhan.

WhatsApp Image 2026 08 09 At 09.16.26

Jika postingan ini memberkati Anda, tolong bagikan (SHARE) agar lebih banyak orang melihat bagaimana Tuhan bekerja di pelosok negeri.

Mari dukung terus pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), baik melalui doa maupun daya. Jangan biarkan saudara-saudara kita di pedalaman merasa sendirian. Api Injil sedang menyala terang di Kalimantan Tengah! Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)