TUMBANG MANGKETAI – Syalom, Sahabat terkasih di mana pun kalian berada! Saya menulis ini dengan hati yang masih bergetar dan mata yang berkaca-kaca. Sebagai seorang relawan misionaris dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), saya sering melihat keajaiban. Tapi apa yang terjadi kemarin di pedalaman Kalimantan Tengah, benar-benar meninggalkan jejak yang tidak akan pernah saya lupakan.
Banyak orang berpikir bahwa terang Tuhan sulit menembus lebatnya hutan dan jauhnya jarak. Tapi kemarin, saya bersaksi bahwa di tempat yang mungkin tak terlihat di peta besar, nama Tuhan diagungkan dengan begitu luar biasa!

Senin, 10 Agustus 2026, tepat pukul 09.00 WIB, langkah kaki warga berbondong-bondong menuju Gedung Serbaguna Desa Tumbang Mangketai. Tidak ada kemewahan AC atau bangku empuk seperti di gereja-gereja kota besar, tapi kehangatan persekutuan di sini mengalahkan segalanya.
Kebaktian Persekutuan pagi itu dibuka dengan pujian yang menggema membelah sunyinya desa. Kami mengangkat suara menyanyikan Kidung Jemaat No. 15: “Berhimpun Semua”. Mendengar saudara-saudari kita di pedalaman menyanyi dengan suara lantang dan penuh kerinduan kepada Tuhan… rasanya surga begitu dekat.
Suasana berubah menjadi sangat khidmat ketika memasuki prosesi Kebaktian Perjamuan Kudus. Momen ini dipimpin langsung oleh Bapak Abangsyah, selaku Ketua POS PI Tumbang Mangketai.
Melihat tangan-tangan kasar yang setiap hari bekerja keras di ladang dan hutan, kini menengadah menerima roti dan anggur sebagai peringatan akan pengorbanan Kristus—sungguh sebuah pemandangan yang menghancurkan hati dan membangunkan iman. Mereka mungkin tidak punya banyak harta duniawi, tapi mereka memiliki Kristus seutuhnya.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Daniel hari itu benar-benar menjadi jawaban bagi banyak pergumulan kami. Diambil dari Matius 14:22-33, Pdt. Daniel mengingatkan kami tentang mukjizat Tuhan Yesus yang berjalan di atas air, dan panggilan kepada Petrus untuk melangkah keluar dari perahu.
“Sama seperti Petrus, melayani dan hidup di pedalaman seringkali terasa seperti melangkah di atas ombak yang ganas. Ada ketakutan, ada keraguan, ada badai tantangan. Tapi selama mata kita tertuju kepada Yesus, kita tidak akan tenggelam!”
Pesan ini tidak hanya menguatkan jemaat Desa Tumbang Mangketai, tapi juga menjadi teguran manis bagi kami, para relawan YDKI. Di tengah keterbatasan fasilitas, akses jalan yang sulit, dan berbagai tantangan pelayanan, Tuhan Yesus selalu mengulurkan tangan-Nya, menopang kami agar tidak tenggelam.
Sahabat, pelayanan di pedalaman bukan sekadar tentang membangun gedung gereja, tapi tentang menjangkau jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran.
Tolong bantu BAGIKAN (SHARE) kisah ini agar lebih banyak orang tahu bahwa api kebangunan rohani sedang menyala di pedalaman Kalimantan Tengah! Jangan biarkan jemaat di Tumbang Mangketai berjuang sendirian.

Dukung terus pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) melalui doa-doa Anda.
Tuhan Yesus memberkati kita semua! Amin!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
