Tumbang Sabetung – Halo sahabat baik di mana pun berada! Salam damai sejahtera dari kami, relawan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI).
Pagi ini, kabut tipis masih menyelimuti rimbunnya hutan Kalimantan Tengah, tetapi kehangatan yang luar biasa justru kami rasakan di sebuah ruang kelas sederhana. Jauh dari hiruk-pikuk kota, minim fasilitas, dan melewati akses jalan yang tak mudah, kami menemukan “mutiara-mutiara” yang sangat berharga.

-
Tanggal: Senin, 07 Agustus 2028
-
Waktu: 09.00 WIB
-
Lokasi: Kelas Pendidikan Agama Kristen (PAK) SDN Tbg Sabetung
Pukul 09.00 tepat, mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dimulai. Hari ini, Ibu Novi Star berdiri di depan kelas. Dengan senyum keibuannya yang tulus, beliau menyapa anak-anak pedalaman yang matanya berbinar-binar penuh semangat.
Tema yang diangkat hari ini sangat menyentuh relung hati: “Setiap Manusia Berharga di Mata Allah.”
Bagi anak-anak di pedalaman yang mungkin sering merasa tertinggal atau terlupakan oleh dunia luar, pesan ini adalah sebuah pelukan hangat. Ibu Novi Star dengan lembut menanamkan kebenaran bahwa tak peduli di mana mereka lahir, seberapa usang seragam mereka, atau seberapa jauh rumah mereka di pedalaman hutan, Sang Pencipta mengasihi mereka tanpa batas.
Suasana seketika hening dan khusyuk ketika Jelsi, siswi kelas 6 yang penuh keberanian, maju ke depan untuk membacakan Nats Alkitab hari ini. Dengan suara lantangnya yang memecah keheningan kelas sederhana itu, ia membacakan:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” — Yohanes 3:16
Melihat seorang anak pedalaman membaca ayat ini dengan penuh penghayatan adalah momen yang membuat kami para relawan YDKI tak kuasa menahan air mata haru. Mereka mungkin hanya sekelompok kecil, tetapi semangat mereka lebih besar dari dunia. Mari berkenalan dengan jiwa-jiwa berharga ini:
-
Kelas 1: Rafael, Jihan, dan Julianti — Tiga malaikat kecil yang masih polos, menyimak cerita Ibu Novi dengan mata terbelalak dan tawa yang sesekali pecah.
-
Kelas 2: Cia — Gadis manis yang duduk tenang, menyerap setiap kata tentang betapa berharganya dirinya.
-
Kelas 3: Jondri dan Mario — Dua jagoan cilik yang penuh energi, namun tiba-tiba menjadi pendengar yang serius saat firman Tuhan disampaikan.
-
Kelas 5: Winny Notrisa dan Aldi — Generasi penerus yang mulai kritis dan penuh tanya, terlihat sangat antusias memahami kasih Tuhan dalam hidup mereka.
-
Kelas 6: Pras dan Jelsi — Sang kakak kelas yang menjadi teladan bagi adik-adiknya, membuktikan bahwa keterbatasan di Tumbang Sabetung bukanlah penghalang untuk memiliki iman yang besar.
Kisah dari SDN Tbg Sabetung ini adalah bukti nyata bahwa pelayanan ke pedalaman bukanlah tentang kita yang memberi, tetapi tentang kita yang menerima pelajaran berharga dari ketulusan mereka. Anak-anak ini adalah alasan kami di Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) terus melangkah menembus batas.

Bantu kami menyebarkan kehangatan ini! Satu Share dari Anda mungkin akan sampai ke ribuan hati lainnya. Mari bergandengan tangan, dukung terus pelayanan penginjilan di pedalaman, dan jadikan diri kita saluran berkat bagi mereka yang rindu kasih Tuhan.
Sebab jika setiap manusia berharga di mata Allah, maka mereka pun sangat berharga di mata kita semua.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
