Sei Nanjan (Batu Kuli), Katingan Hulu – Pagi ini, Minggu, 1 Februari 2026, kabut tipis masih menyelimuti Desa Sei Nanjan. Jarum jam menunjukkan pukul 07:00 WIB ketika pintu Pos Pelayanan Injil Yayasan Damar Kasih Indonesia dibuka. Di tengah keheningan desa yang sebagian besar penduduknya telah berangkat ke ladang atau tempat usaha keluarga, ada sebuah cerita tentang kesetiaan yang menyala terang.

Hari ini, aktivitas Sekolah Hari Minggu (SHM) tetap berjalan, membawa misi “Mewujudkan Kasih yang Nyata”. Namun, pemandangan di dalam kelas sedikit berbeda dari biasanya. Ibu Ariani, guru SHM yang setia melayani di tempat ini, menyambut kedatangan murid-muridnya dengan senyuman hangat, meskipun pagi ini hanya dua anak yang melangkah masuk: Silva Ani Putri dan Salma Cantika.

1

“Murid makin sedikit, hanya tersisa dua orang ini yang dapat hadir,” ungkap Ibu Ariani dengan nada yang menyimpan kerinduan akan kehadiran anak-anak lainnya. Sebagian besar teman-teman Silva dan Salma telah pergi meninggalkan kampung halaman Sei Nanjan, mengikuti orang tua mereka merantau ke lokasi kerja atau menetap sementara di ladang-ladang yang jauh.

Namun, di tengah sunyinya kelas yang biasanya ramai, hadirat Tuhan justru terasa begitu kuat. Kami di Yayasan Damar Kasih Indonesia percaya bahwa pelayanan bukanlah tentang angka atau statistik, melainkan tentang jiwa. Silva dan Salma hari ini bukan sekadar “sisa”, melainkan “mutiara” yang Tuhan percayakan untuk digosok dan diterangi oleh Firman-Nya. Kesetiaan Ibu Ariani untuk tetap mengajar dua anak ini dengan semangat yang sama seperti mengajar puluhan anak, adalah bukti nyata dari kasih yang tidak memandang rupa.

Seperti tertulis dalam Firman Tuhan, kehadiran Tuhan tidak dibatasi oleh jumlah massa. Justru di dalam persekutuan yang kecil dan intim inilah, janji penyertaan-Nya diteguhkan.

Nas Alkitab Penguat:

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Matius 18:20

Ayat ini menjadi kekuatan bagi kami di Sei Nanjan hari ini. Tuhan hadir sama kuatnya di antara Silva, Salma, dan Ibu Ariani, seperti Ia hadir di gereja-gereja besar di kota.

“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”Lukas 12:32

3

Biarlah pelayanan hari ini di Sei Nanjan menjadi kesaksian bahwa api Injil tidak akan padam oleh sepinya desa atau jauhnya jarak ladang. Doa kami menyertai anak-anak yang sedang berada di perantauan bersama orang tua mereka, kiranya Tuhan menjaga mereka. Dan untuk Silva serta Salma, teruslah bertumbuh menjadi terang di Batu Kuli.

Salam Kasih dari Pos Pelayanan Injil Desa Sei Nanjan, Yayasan Damar Kasih Indonesia

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)