Minggu, 10 Mei 2026 – Desa Tumbang Manketai, Pedalaman Kalimantan Tengah. Matahari baru saja menampakkan diri di balik rimbunnya pepohonan tropis ketika suara puji-pujian mulai berkumandang dari sebuah rumah kayu sederhana di tepi Sungai Katingan. Jemaat di Pos Pelayanan Injil (POS PI) Desa Tumbang Mangketai berkumpul dengan hati penuh syukur. Di tempat yang jauh dari hingar-bingar kota, kasih Allah justru terasa begitu nyata melalui kebersamaan, pelayanan, dan ketulusan para volunteer Yayasan Damar Kasih Indonesia.

WhatsApp Image 2026 05 10 At 13.13.20

Ibadah Minggu pagi itu dipimpin oleh Bapak Abangsyah, seorang Pelayan Firman yang dengan penuh semangat menyampaikan renungan dari Firman Tuhan. Suaranya yang tenang namun berwibawa menyentuh hati setiap yang hadir. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan jemaat tentang kasih Allah yang tak pernah berkesudahan, bahkan di tengah tantangan hidup di pedalaman. “Tuhan tidak melihat seberapa jauh kita dari kota, tapi seberapa dekat hati kita kepada-Nya,” ujarnya, disambut anggukan dan “Amin” penuh keyakinan.

Rangkaian ibadah berjalan dengan damai. Salam presbiter disampaikan oleh Penatua Margemini yang hangat menyapa jemaat dan mengingatkan semua untuk terus menjadi terang di desa mereka. Menariknya, segenap tugas liturgi, berita jemaat, dan warta pada hari itu dirangkap langsung oleh Ibu Margemini dengan penuh kerendahan hati. “Saya hanya melakukan bagian kecil ini agar semuanya bisa berjalan baik,” katanya sambil tersenyum, meski sejatinya ia telah menjadi tulang punggung banyak pelayanan di POS PI ini.

WhatsApp Image 2026 05 10 At 13.14.03

Suasana semakin khusyuk saat Doa Syafaat dipimpin oleh Mayang, membawa segala pergumulan jemaat, desa, bahkan bangsa ke hadapan takhta Tuhan. Doa Persembahan diungkapkan oleh Neti dengan hati yang tulus, mengajarkan bahwa dalam keterbatasan sekalipun, memberi adalah wujud syukur dan iman. Sementara itu, Pembacaan Nas Alkitab oleh Yupita meneguhkan hati; ayat-ayat yang dibacakan seakan menjadi air segar di tengah kehidupan yang keras. Ibadah kemudian ditutup dengan Doa Akhir yang kembali dipimpin oleh Bapak Abangsyah, memohon penyertaan Tuhan untuk setiap langkah jemaat sepanjang minggu.

WhatsApp Image 2026 05 10 At 13.14.04

Meskipun ibadah berlangsung di ruang beratap daun, dengan dinding kayu sederhana dan tikar sebagai alas duduk, kehangatan yang tercipta melebihi gedung gereja megah manapun. Anak-anak kecil duduk bersila di depan, menirukan gerakan pujian, sementara kaum ibu sesekali mengipas diri dengan kipas anyaman. Tiada panggung mewah, tiada sound system canggih, namun kehadiran Tuhan benar-benar terasa memenuhi tempat itu.

Yayasan Damar Kasih Indonesia, melalui program Missionary Volunteer Pelayanan Penginjilan di Pedalaman Kalimantan Tengah, terus berkomitmen membawa terang Injil ke tempat-tempat seperti Tumbang Mangketai. Pelayanan ini bukan proyek sesaat, melainkan panggilan untuk berjalan bersama masyarakat adat, membangun relasi, mendukung pendidikan, kesehatan, dan tentunya pertumbuhan rohani.

WhatsApp Image 2026 05 10 At 13.13.21

“Bangga rasanya bisa menjadi bagian dari pelayanan ini. Di sini kami belajar bahwa Injil itu sederhana: hadir, mencintai, dan melayani tanpa syarat,” komentar salah satu volunteer yang enggan disebut namanya, matanya berkaca-kaca saat harus berpamitan dengan warga usai ibadah.

Melalui artikel ini, kami mengundang seluruh sahabat Damar Kasih untuk turut merasakan sukacita yang sama. Bagikan kisah ini, agar lebih banyak hati tergerak mendukung pelayanan di pedalaman. Entah melalui doa, donasi, atau bahkan bergabung sebagai relawan, setiap dukungan Anda adalah oase bagi saudara-saudari kita di pelosok negeri ini.

Mari nyalakan Damar Kasih di setiap sudut Kalimantan. Satu ibadah, satu desa, satu jiwa yang diselamatkan—semuanya bernilai kekal.

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)