Di balik rimbunnya pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di Pos PI Tumbang Sabetung, semangat luar biasa kembali menyala pada Minggu, 26 Juli 2026. Bersama Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), kami menyaksikan langsung bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib melalui hati anak-anak pedalaman!

Kebaktian Persekutuan Sekolah Hari Minggu (SHM) kali ini memang hanya dihadiri oleh 5 laskar Kristus yang luar biasa: Jelsie, Jondrio, Eka Prastya, Melky, dan Aldi. Tapi jangan salah, semangat mereka memuji Tuhan benar-benar menggetarkan seisi ruangan!

A

Kebaktian Persekutuan dipimpin dengan penuh kehangatan dan kelembutan oleh Bunda Lilie. Di awal perjumpaan, Jelsie menaikkan doa pembuka dengan sangat tulus. Suasana kemudian menjadi makin hidup dan penuh sukacita saat Jelsie dan Jondrio maju ke depan, memimpin teman-temannya menyanyikan lagu pujian dengan suara lantang.

Firman Tuhan pertama dibacakan dengan gagah oleh Eka Prastya yang terambil dari Filipi 4:13:

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Sebuah pengingat yang sangat kuat bagi kita semua, bahwa tidak ada rintangan di pedalaman—sekalipun itu keterbatasan fasilitas atau akses jalan yang sulit—yang terlalu besar jika Tuhan yang menjadi sumber kekuatan kita.

B

Tema Hari Ini: “KASIH YANG TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN”

Puncak Kebaktian Persekutuan adalah saat Bunda Lilie membagikan Firman Tuhan. Mengambil nas dari Matius 5:44-45, Bunda Lilie merangkumnya menjadi tema yang sangat indah untuk anak-anak Tumbang Sabetung.

Apa arti dari nast Injil Matius 5:44-45? Dunia sering kali mengajarkan kita standar yang biasa: “Kasihilah orang yang berbuat baik padamu saja.” Namun, Tuhan Yesus mengajarkan standar kasih yang radikal dan luar biasa: Kita dipanggil untuk mengasihi musuh kita dan mendoakan mereka yang berbuat jahat kepada kita.

Kenapa kita harus melakukannya? Karena Bapa kita yang di surga menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi semua orang, baik yang jahat maupun yang baik. Kasih Allah itu gratis, tanpa syarat, dan ditujukan untuk semua umat manusia. Pesan ini mengajarkan kelima hati kecil ini untuk tidak menyimpan dendam, mau saling memaafkan jika ada teman yang nakal, dan selalu membagikan terang kasih itu tanpa pandang bulu di desa mereka.

Kebaktian yang penuh berkat ini ditutup dengan rasa syukur yang mendalam lewat Doa Persembahan yang dinaikkan oleh Melky, dan dilanjutkan dengan Doa Pulang yang dipimpin oleh Aldi.

Melihat kelima anak ini beribadah, kami semakin yakin bahwa pelayanan penginjilan di pelosok bukanlah tentang seberapa banyak jumlah kursi yang terisi, melainkan seberapa dalam benih iman itu ditanamkan. Anak-anak Tumbang Sabetung ini adalah calon pemimpin masa depan, generasi penerang bagi keluarga dan lingkungan mereka!

C

Mari, saudara-saudara terkasih, dukung terus pelayanan volunteer misionaris Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI)! Doakan anak-anak ini dan tim pelayanan kami agar terus bersemangat membawa terang Kristus.

Jangan biarkan terang dari Tumbang Sabetung ini berhenti di layar HP Anda. Bagikan (Share) postingan ini untuk memberkati lebih banyak orang!

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)