Tumbang Sabetung, 04 September 2026, Pelayanan Penginjilan – Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI)
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
— Matius 20:26
Ada tempat-tempat di mana suara Injil terdengar di tengah gedung-gedung besar. Namun ada pula tempat di mana Injil dibagikan di ruang kelas sederhana, di antara meja kayu, papan tulis, dan wajah-wajah polos anak-anak yang sedang belajar. Hari ini, kami melihat bahwa kasih Tuhan tidak mengenal batas tempat.
Di SDN Tumbang Sabetung, pedalaman Kalimantan Tengah, pelayanan Pendidikan Agama Kristen menjadi sebuah kesempatan berharga untuk menanamkan nilai iman, kasih, pelayanan, dan pengharapan kepada generasi muda.
Dalam kegiatan pembelajaran kali ini, tema yang diangkat adalah: “MELAYANI DENGAN SEGENAP HATI”
Pelayanan bukan hanya tentang berdiri di depan dan berbicara. Pelayanan adalah tentang memberikan hati, waktu, perhatian, tenaga, dan kasih kepada sesama. Firman Tuhan dalam Matius 20:26–28 mengingatkan bahwa kebesaran di hadapan Tuhan bukan diukur dari seberapa tinggi kedudukan seseorang, tetapi dari kesediaannya untuk melayani. Dan melalui Kisah Para Rasul 9:32–43, anak-anak diajak melihat teladan pelayanan yang membawa pertolongan dan menjadi kesaksian tentang kasih Tuhan.

Kegiatan diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Jondri. Kemudian Jelsi dan Pras mengambil bagian dalam pembacaan Firman Tuhan. Anak-anak mengikuti pembelajaran dengan sederhana, tetapi penuh makna. Ada senyum, ada kebersamaan, ada keberanian untuk tampil, dan ada sukacita ketika mereka belajar memahami bahwa hidup mereka juga dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Doa penutup kemudian dipimpin oleh Melki. Di tempat yang mungkin bagi sebagian orang terasa jauh dari pusat keramaian, kami menemukan sesuatu yang sangat dekat dengan hati Tuhan:
anak-anak yang sedang bertumbuh dan membutuhkan kasih, perhatian, pendidikan, serta teladan. Bagi kami, pelayanan YDKI bukan sekadar datang untuk menyampaikan materi. Kami datang untuk menabur benih.
Mungkin hari ini benih itu hanya berupa satu ayat Alkitab yang mereka dengar.
Mungkin hanya sebuah doa sederhana.
Mungkin hanya sebuah senyuman.
Mungkin hanya sebuah kesempatan bagi seorang anak untuk merasa bahwa dirinya diperhatikan dan dikasihi. benih kecil yang ditanam hari ini dapat menjadi pohon besar di masa depan.
Anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah suatu hari nanti akan menjadi orang tua, guru, pemimpin, pelayan masyarakat, dan pembawa perubahan bagi daerahnya. Karena itu, menjangkau anak-anak di pedalaman bukanlah pekerjaan kecil. Ini adalah investasi bagi masa depan.
Kepada setiap guru, relawan, donatur, sahabat pelayanan, dan siapa pun yang memiliki kerinduan untuk menjadi berkat:
jangan pernah meremehkan pelayanan yang sederhana. Satu perjalanan menuju pedalaman. Satu kelas yang dilayani. Satu anak yang didoakan. Satu Alkitab yang dibacakan. Satu tangan yang menolong. Semuanya dapat menjadi bagian dari karya Tuhan.

Yayasan Damar Kasih Indonesia terus percaya: setiap anak berharga, setiap jiwa berharga, dan setiap tempat layak menerima kasih Tuhan. Dari Tumbang Sabetung, Kalimantan Tengah, kami belajar satu hal hari ini:
Melayani bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki.
Melayani adalah tentang seberapa tulus hati kita memberi.
Kiranya Tuhan memberkati anak-anak SDN Tumbang Sabetung, para guru, keluarga, dan seluruh masyarakat di pedalaman Kalimantan Tengah.
Mari terus menabur kasih.
Mari terus membawa pengharapan.
Mari melayani dengan segenap hati.
Tuhan memberkati pelayanan penginjilan YDKI.
Yayasan Damar Kasih Indonesia
“Menabur Kasih, Membawa Pengharapan, Menjangkau Sesama.”
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
