Tepat pada hari Minggu, 26 Juli 2026, semangat itu terekam nyata di Desa Tumbang Manangei, pelosok Kalimantan Tengah. Melalui Pelayanan Penginjilan relawan misionaris Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), benih iman terus disemai di hati para malaikat kecil ini.
Pagi itu pukul 08.00 WIB, hanya beralaskan karpet plastik di rumah kayu sederhana milik Guru Agama setempat, anak-anak desa berkumpul dengan mata berbinar. Di bawah bimbingan Guru Sekolah Minggu yang penuh kasih, Ibu Santri Milawati, mereka datang membawa semangat untuk memuji nama Tuhan!

Momen yang paling menggetarkan hati adalah saat adik kita, Elsa, berdiri tegak dengan berani memegang Alkitab dan membacakan Amsal 3: 27-35. Sebuah ayat tentang kebaikan dan keadilan yang menggema kuat di tengah kepolosan dan kesederhanaan mereka.
Bagian ini mengajarkan bahwa iman kepada Tuhan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Orang yang mengenal Allah dipanggil untuk:
- segera menolong ketika mampu,
- menjaga kepercayaan orang lain,
- hidup damai,
- tidak iri terhadap keberhasilan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar,
- tetap rendah hati di hadapan Tuhan.
Dengan demikian, hikmat bukan sekadar pengetahuan Alkitab, tetapi cara hidup yang mencerminkan karakter Allah dalam setiap hubungan dengan sesama. Sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Baru, iman yang hidup akan menghasilkan perbuatan kasih, kerendahan hati, dan integritas. Amsal 3:27–35 mengingatkan bahwa kehidupan yang dipimpin oleh hikmat Tuhan pada akhirnya akan membawa berkat, kehormatan, dan persekutuan yang erat dengan-Nya.
Tidak hanya itu, lihatlah bagaimana tawa dan suara lantang mereka saat menyanyikan lagu “Ku Menang, Ku Menang” memecah keheningan desa. Gerakan mereka begitu penuh semangat! Ini adalah bukti nyata bahwa sukacita dan hadirat Tuhan sama sekali tidak terhalang oleh jarak geografis maupun kemewahan gedung.
- Tanggal: Minggu, 26 Juli 2026 (08.00 WIB)
- Lokasi: Pos PI Jemaat Desa Tumbang Manangei
- Guru Sekolah Minggu & Doa Penutup: Ibu Santri Milawati
- Pembaca Firman Tuhan: Elsa
- Para Pahlawan Kecil yang Hadir: Elsa, Milka, Queenara Kalysta, Sandi Alvero, Daniel Pratama, Alpino Aditia, Arsa Saputra, & Indri Asila.
Sahabat, kisah dari Tumbang Manangei ini adalah bukti bahwa pelayanan ke pedalaman tidak pernah sia-sia! Mereka adalah masa depan gereja dan bangsa kita.

Yuk, jadikan postingan ini saluran berkat bagi orang lain! BAGIKAN (SHARE) postingan ini ke semua teman dan keluargamu. Biarkan semangat anak-anak pedalaman ini menjadi inspirasi dan teguran manis bagi kita yang hidup di kota.
Satu klik “Bagikan” darimu bisa menjadi doa, dukungan, dan terang bagi pelayanan di pelosok Nusantara.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
