Minggu pagi, 17 Mei 2026, udara segar khas pedalaman Kalimantan Tengah menyelimuti Desa Tumbang Mangketai. Di tengah pesona alam yang asri, secercah cahaya kasih terpancar dari sebuah bangunan sederhana. Ya, Jemaat Pos Pelayanan Injil Desa Tumbang Mangketai tengah melangsungkan Ibadah Minggu Pagi dengan penuh semangat dan sukacita.
Ibadah yang dipimpin oleh Penatua Abangsyah ini mengangkat tema yang begitu menyentuh hati, terambil dari Injil Yohanes 17:1-26, yakni “Doa Yesus untuk Murid-murid-Nya”. Dalam khotbahnya, Penatua Abangsyah mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna doa Yesus, bagaimana Ia memohon perlindungan, kesatuan, dan kekudusan bagi para pengikut-Nya. Pesan mendalam ini seakan menjadi oase rohani bagi jemaat yang hidup di tengah tantangan pedalaman.

Kehangatan persekutuan semakin terasa saat Diaken Sisi Suyantie menyampaikan salam presbiter dan memimpin liturgi serta warta jemaat. Suara lantangnya menyatukan hati setiap orang yang hadir. Begitu pula dengan doa-doa yang dinaikkan; doa syafaat oleh Ibu Yupita yang menyentuh berbagai pergumulan, doa persembahan oleh Ibu Suprianti sebagai bentuk syukur, dan doa akhir ibadah oleh Ibu Noorhalimah yang menutup ibadah dengan berkat kedamaian. Tak lupa, Ibu Rusnani membacakan nas Alkitab dengan khidmat, menuntun jemaat semakin meresapi firman Tuhan.
Momen Ibadah Minggu di Desa Tumbang Mangketai ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bukti nyata karya pelayanan penginjilan yang terus bergerak. Di tengah keterbatasan, semangat jemaat untuk bertumbuh dalam iman patut menjadi inspirasi bagi kita semua.
Mari bersama-sama mendoakan dan mendukung pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia agar cahaya kasih Tuhan semakin terang benderang di pelosok Nusantara. Bagikan cerita inspiratif ini agar semakin banyak orang yang tergerak hatinya untuk peduli dan berbagi!
Video lengkap dapat dilihat pada akuntĀ Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
