Sekolah Hari Minggu di Pedalaman Kalimantan Tengah, Desa Tumbang Sabetung, Minggu, 23 Agustus 2026, Pelayanan Penginjilan Yayasan Damar Kasih Indonesia
Di sebuah sudut pedalaman Kalimantan Tengah, jauh dari hiruk-pikuk kota dan gemerlap fasilitas modern, ada sebuah ruang sederhana yang setiap Minggu berubah menjadi tempat penuh sukacita. Tidak ada gedung mewah. Tidak ada kursi empuk. Tidak ada fasilitas serba lengkap.
Yang ada hanyalah ruang kelas sederhana, meja-meja kayu, anak-anak dengan wajah penuh harapan, dan hati-hati yang rindu mengenal Tuhan. Inilah Sekolah Hari Minggu di Desa Tumbang Sabetung.
Minggu, 23 Agustus 2026, anak-anak kembali berkumpul untuk belajar, bernyanyi, berdoa, mendengarkan Firman Tuhan, dan menikmati kebersamaan. Di tempat seperti inilah kami kembali diingatkan:
Pelayanan bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa tulus kita mau memberikan apa yang kita punya.
Di balik meja-meja kayu tua itu ada masa depan. Ada anak-anak yang suatu hari mungkin akan menjadi guru, petani, teknisi, pelayan Tuhan, pemimpin masyarakat, atau apa pun yang Tuhan kehendaki. Hari ini mereka mungkin duduk di ruangan sederhana. Tetapi mimpi mereka tidak harus sederhana. Karena itu, pelayanan kepada anak-anak bukan sekadar mengajar mereka mengenal Alkitab.
Kita sedang menanam benih. Benih iman. Benih kasih. Benih pengharapan. Benih karakter. Benih masa depan. Dan kita percaya, setiap benih yang ditanam dengan kasih tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan.

Sekolah Hari Minggu kali ini digembalakan oleh Bunda Lilie, yang juga membawakan doa pembuka. Pembacaan Alkitab: Mazmur 27:9, Dibawakan oleh Winny Notrisa, Firman Tuhan: Yakobus 1:19–22 Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pelaku Firman. Sebuah pesan yang sangat sederhana, tetapi begitu dalam: Iman bukan hanya untuk didengar. Iman harus diwujudkan dalam kehidupan.
Doa persembahan: Dibawakan oleh Chia, Pengedaran kantong persembahan: Dilayani oleh Tayo, Doa pulang: Dibawakan oleh Zihan
Setiap bagian kecil dalam ibadah ini memiliki arti. Bagi orang dewasa mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi anak-anak, ini adalah proses belajar untuk mengenal Tuhan, belajar melayani, belajar berbagi, belajar berdoa, dan belajar bertumbuh dalam iman.
Pelayanan di pedalaman sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Tidak selalu ada sorotan kamera. Tidak selalu ada pemberitaan. Tidak selalu ada fasilitas yang memadai. Namun justru di tempat-tempat seperti inilah kita dapat melihat bahwa kasih Tuhan tidak mengenal jarak. Jalan yang jauh tidak menghalangi pelayanan. Keterbatasan fasilitas tidak menghentikan pengharapan. Kesederhanaan tempat tidak mengurangi sukacita. Karena yang paling penting bukanlah bangunannya. Yang paling penting adalah anak-anak yang sedang bertumbuh di dalamnya.
Yayasan Damar Kasih Indonesia percaya bahwa pelayanan bukan hanya tentang datang, memberikan bantuan, lalu pulang. Pelayanan adalah tentang hadir, mendampingi, menanamkan nilai, membangun iman, dan berjalan bersama masyarakat.
Hari ini mungkin kita hanya melihat beberapa anak duduk di balik meja kayu. Tetapi siapa tahu, beberapa tahun atau puluhan tahun mendatang, dari tempat sederhana ini Tuhan membangkitkan generasi yang membawa perubahan bagi keluarga, desa, dan bangsa. Karena itu, jangan pernah meremehkan sebuah pelayanan kecil.
Satu doa bisa menguatkan. Satu tangan yang menolong bisa mengubah kehidupan. Satu anak yang dibimbing dalam iman bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Satu meja kayu sederhana di pedalaman Kalimantan Tengah sedang menjadi tempat Tuhan mempersiapkan masa depan. Sekolah Hari Minggu Desa Tumbang Sabetung. Menanam iman. Menumbuhkan kasih. Membangun harapan.
Pelayanan Penginjilan
Yayasan Damar Kasih Indonesia
Mari terus doakan pelayanan di pedalaman Kalimantan Tengah. Kiranya setiap anak bertumbuh dalam kasih, iman, pengetahuan, dan karakter Kristiani. Karena mereka bukan sekadar anak-anak di pedalaman. Mereka adalah generasi masa depan yang sedang Tuhan bentuk.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
