TUMBANG SABETUNG – Pagi ini, tepat pada Minggu, 20 September 2026, pukul 08.00 WIB, sebuah ruang kelas kayu sederhana di pelosok Kalimantan Tengah menjadi saksi bisu betapa besarnya kasih Tuhan yang mengalir melalui anak-anak pedalaman. Sebagai volunteer misionaris dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), senang melihat semangat mereka. Kebaktian Persekutuan Sekolah Minggu kami di Tumbang Sabetung dimulai dengan pemandangan yang menghangatkan hati: langkah-langkah kecil anak-anak yang dengan antusias memasuki ruangan kelas kayu yang menjadi tempat ibadah kami. Saat guru Sekolah Minggu menyapa, “Apa kabarnya?”, serentak mereka menjawab dengan suara lantang dan penuh sukacita, “Baik!”. Mengingat hari ini adalah hari Minggu, hari yang dikhususkan untuk memuji Tuhan, keceriaan itu langsung pecah saat mereka semua maju ke depan kelas untuk bernyanyi pujian “King Kong Badannya Besar”. Semangat mereka sungguh menular!

Sebelum memasuki hadirat Tuhan, anak-anak diajak menyiapkan hati dengan menyanyikan lagu “Jari Jempol, Jari Telunjuk”. Suasana yang tadinya riuh perlahan menjadi syahdu. Doa pembuka kemudian dipimpin dengan penuh kelembutan oleh Bunda Lilie, memohon agar Tuhan Yesus memberkati Kebaktian Persekutuan kami dari awal, pertengahan, hingga akhir.

Momen yang tak kalah membanggakan adalah saat Winny Notrisa dengan berani maju ke depan untuk memimpin pembacaan Alkitab. Firman Tuhan yang terambil dari Matius 11:27-28 dan dilanjutkan dengan penyampaian kebenaran dari Roma 16:17-19 menjadi pondasi ibadah kami hari ini. Dalam khotbahnya, anak-anak diajarkan dengan bahasa yang sangat sederhana namun mengena: sebagai anak Tuhan, mereka tidak boleh menjadi orang jahat yang suka menipu dengan kata-kata manis, dan harus menjauhi perbuatan buruk seperti berkelahi atau memukul teman. Sebaliknya, mereka didorong untuk selalu berbuat baik kepada sesama.

Keceriaan kembali memuncak saat anak-anak menyanyikan lagu “Anak Monyet di Atas Pohon” dengan gerakan yang menggemaskan. Tawa lepas mereka di tengah ruangan sederhana ini benar-benar menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati berasal dari hati yang penuh syukur.

Sebagai bentuk ungkapan syukur mereka, kantong kolekte diedarkan dengan setia oleh Endar dan Tayo. Ibadah yang luar biasa ini kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Marsel, menyempurnakan hari Minggu yang indah di bumi Kalimantan ini.

2

Sahabat, pelayanan di pedalaman bukan sekadar tentang memberi, tapi tentang seberapa banyak kita belajar dari ketulusan mereka. Anak-anak di SHM Tumbang Sabetung adalah bukti nyata bahwa ladang Tuhan sudah menguning dan siap dituai.

Mari terus dukung pergerakan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI)! Sebarkan cerita kebaikan ini, doakan pelayanan kami, dan jadilah bagian dari perubahan untuk generasi penerus di pelosok nusantara.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia(yes)