Hari ini, Minggu, 13 September 2026, jarum jam tepat menunjuk pukul 10.00 WIB. Matahari Kalimantan mulai terik menyengat kulit, tapi tidak sedikit pun menyurutkan langkah kaki jemaat yang berjalan berkilo-kilometer dari gubuk mereka menuju kapel kayu sederhana ini.
Namun, ada satu pemandangan hari ini yang mungkin akan membuat saudara-saudari di kota tertegun dan menitikkan air mata. Di ladang misi ini, pekerja sangatlah sedikit.

Hari ini, satu nama harus mengambil banyak peran:
-
Liturgus: Margemini
-
Pengkhotbah: Margemini
-
Pemimpin Doa Syafaat: Margemini
Bukan karena ingin tampil, tapi karena keterbatasan pelayan. Margemini berdiri di depan mimbar sederhana itu, memandu puji-pujian, menaikkan doa yang menghancurkan hati, lalu membagikan isi hatinya lewat kebenaran Firman Tuhan.
Membawa nats Alkitab dari Matius 18:21-35, pesan yang disampaikan hari ini menggema begitu kuat di tengah kesunyian hutan: Tentang Pengampunan Tanpa Batas.
Di saat dunia mengajarkan kita untuk menyimpan dendam dan membalas perbuatan orang lain, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni “tujuh puluh kali tujuh kali”. Melihat wajah-wajah jemaat pedalaman yang lugu meneteskan air mata saat merenungkan Firman ini, rasa lelah kami menembus pedalaman seketika lenyap. Kesederhanaan mereka mengajarkan kami bahwa hati yang bebas dari kepahitan adalah kekayaan terbesar yang bisa dimiliki manusia.
Pelayanan di pedalaman Kalimantan Tengah ini menyadarkan kami satu hal: Gereja bukanlah tentang megahnya gedung ber-AC, pemusik yang profesional, atau susunan acara yang sempurna. Gereja adalah tentang hati yang hancur di hadapan Tuhan, dan kasih yang tulus untuk saling mengampuni.

Teman-teman, di saat kalian beribadah dengan nyaman di kota, ingatlah mereka yang ada di pedalaman. Ingatlah para relawan yang berjuang sendiri menembus batas-batas geografis.
Mari ambil bagian! Bagikan kisah ini (Share), agar lebih banyak orang tahu bahwa api kebangunan rohani sedang menyala di pedalaman Kalimantan. Doakan pelayanan YDKI, doakan jemaat di pelosok, dan doakan para relawan agar tetap setia.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
