Tumbang Mangketai – Pagi yang cerah di penghujung bulan Mei menjadi saksi bagaimana kasih Tuhan terus bekerja di tengah-tengah umat-Nya. Pada hari Minggu, 31 Mei 2026, tepat pukul 10.00 WIB, kerinduan untuk bersekutu dan memuji nama Tuhan mempertemukan Jemaat POS PI Tumbang Mangketai.

2

Ibadah minggu pagi ini tidak diadakan di gedung gereja yang megah, melainkan di Gedung Serbaguna Desa Tumbang Mangketai. Namun, kesederhanaan tempat ini tidak sedikit pun mengurangi kekhidmatan dan antusiasme jemaat yang hadir. Ibadah dipandu dengan penuh kehangatan oleh Saudari Sisi Suyantie selaku Liturgos, yang membawa jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan melalui puji-pujian yang menaikkan semangat.

Puncak dari ibadah ini adalah pemberitaan Firman Tuhan yang dilayani oleh Bapak Abangsyah. Beliau membawa pesan yang sangat relevan dan menguatkan bagi jemaat yang sedang berjuang dalam kehidupan sehari-hari di desa.

Firman Tuhan diambil dari kitab suci, mengacu pada kisah pemanggilan Yosua (merujuk pada Yosua 1:1-18catatan: tema dan perikop yang diangkat sangat selaras dengan Yosua pasal 1, di mana Tuhan memberikan perintah untuk merebut tanah Kanaan).

Yosua 1:6 (TB): “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikannya kepada mereka.”

Dalam khotbahnya, Bapak Abangsyah menguraikan pesan yang mendalam dari teks ini dengan tema: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini.”  Berikut adalah intisari dari penjelasan Firman Tuhan yang dibagikan:

  • Transisi dan Tantangan Baru: Teks ini bercerita tentang momen kritis bagi bangsa Israel. Musa, pemimpin besar mereka, telah tiada. Kini, tanggung jawab yang sangat berat jatuh ke pundak Yosua untuk membawa jutaan umat Israel menyeberangi Sungai Yordan dan merebut tanah Kanaan—tanah yang penuh dengan musuh dan kota-kota berbenteng. Secara manusiawi, Yosua pasti merasa gentar dan tidak mampu.

  • Perintah untuk Kuat (Kuatkan Hatimu): Tuhan tidak berjanji bahwa perjalanan ke Kanaan akan bebas dari masalah atau peperangan. Sebaliknya, Tuhan memberikan modal utama yang Yosua butuhkan: kekuatan hati. Kekuatan ini bukan berasal dari otot atau senjata militer, melainkan dari keyakinan penuh akan penyertaan Tuhan.

  • Perintah untuk Teguh (Teguhkan Hatimu): Keteguhan berbicara tentang konsistensi. Yosua diminta untuk tetap berpegang pada hukum Taurat dan janji Tuhan, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri saat menghadapi tekanan.

  • Relevansi bagi Jemaat Tumbang Mangketai: Bapak Abangsyah dengan indah menarik benang merah kisah ini ke dalam kehidupan jemaat. Setiap kita memiliki “Kanaan” atau tantangan tersendiri—baik itu tantangan ekonomi, hasil panen, pendidikan anak, maupun pergumulan keluarga. Pesan Tuhan hari ini sama seperti yang Ia sampaikan kepada Yosua: Jangan takut. Sebagai umat yang dilayani oleh Yayasan Damar Kasih Indonesia, jemaat diajak untuk menjadi pelopor (pemimpin) di tengah keluarga dan masyarakat desa, membawa terang Kristus dengan hati yang kuat dan teguh.

Ibadah ditutup dengan doa syafaat yang penuh kuasa, mendoakan kesejahteraan Desa Tumbang Mangketai, pelayanan POS PI, serta kelancaran program-program kerohanian dari Yayasan Damar Kasih Indonesia.

1

Melihat wajah-wajah jemaat yang pulang dengan senyum dan semangat baru adalah upah terbesar bagi kami para pelayan misi. Teruslah dukung di dalam doa agar benih Firman yang telah ditabur di Tumbang Mangketai ini berakar kuat, bertumbuh, dan berbuah lebat bagi kemuliaan nama-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)