Tumbang Sabetung, Kalimantan Tengah — 23 Agustus 2026, “Di tempat yang jauh dari keramaian, Tuhan tetap menghadirkan gereja, doa, dan harapan.”
Minggu pagi, 23 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, sebuah sukacita sederhana kembali memenuhi Desa Tumbang Sabetung, Kalimantan Tengah. Di tengah kehidupan masyarakat pedalaman yang jauh dari hiruk-pikuk kota, jemaat berkumpul untuk beribadah. Tidak ada kemewahan. Tidak ada panggung megah. Tidak ada sorotan lampu. Yang ada adalah hati yang rindu mencari Tuhan.
Hari itu menjadi bagian dari perjalanan Pelayanan Penginjilan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) bersama para misionary volunteer untuk hadir, melayani, memberitakan Injil, dan berjalan bersama saudara-saudara seiman di pedalaman Kalimantan Tengah.
Bagi sebagian orang, perjalanan menuju tempat seperti ini mungkin terasa jauh dan tidak mudah. Namun bagi pelayanan Injil, jarak bukan alasan untuk berhenti melangkah. Sebab setiap jiwa berharga. Setiap keluarga berharga. Setiap anak yang mendengar Firman Tuhan berharga.

Dan setiap jemaat yang tetap setia beribadah di tengah keterbatasan adalah kesaksian bahwa iman tidak bergantung pada kemewahan tempat, tetapi pada hati yang percaya kepada Tuhan.
Pelayanan di pedalaman bukan hanya tentang datang, beribadah, lalu pulang. Ini adalah tentang hadir dan berjalan bersama masyarakat. Mendengarkan cerita mereka. Berdoa bersama. Menguatkan yang lemah. Memberikan pengharapan. Dan menyampaikan kabar baik tentang kasih Kristus.
Para misionary volunteer Yayasan Damar Kasih Indonesia percaya bahwa pelayanan penginjilan bukanlah tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang bagaimana kita menjadi alat Tuhan untuk menghadirkan kasih-Nya kepada sesama.
Karena terkadang, sebuah doa sederhana dapat menguatkan seseorang. Sebuah pelukan dapat menghapus kesedihan. Sebuah pelayanan kecil dapat menyalakan kembali harapan. Dan sebuah pemberitaan Firman Tuhan dapat mengubah arah kehidupan seseorang.
Ibadah Minggu pagi di Tumbang Sabetung menjadi pengingat bagi kita semua:
Gereja bukan hanya bangunan. Gereja adalah umat Tuhan yang hidup dalam iman, kasih, dan pengharapan. Di pedalaman Kalimantan Tengah, Tuhan terus bekerja. Mungkin tidak selalu terlihat oleh dunia. Namun satu per satu kehidupan disentuh. Satu per satu keluarga dikuatkan. Satu per satu anak mengenal kasih Tuhan. Dan satu per satu langkah pelayanan menjadi bagian dari cerita besar tentang kasih Kristus. Hari ini kami belajar kembali bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh bagi kasih Tuhan. Tidak ada jalan yang terlalu panjang ketika tujuan kita adalah membawa kabar baik. Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil ketika dilakukan dengan kasih.
Perjalanan pelayanan penginjilan di pedalaman membutuhkan hati yang mau melayani, tangan yang mau menolong, kaki yang mau melangkah, dan saudara-saudara yang mau ikut mengambil bagian. Mungkin kita tidak semuanya dapat pergi ke pedalaman. Tetapi kita dapat berdoa. Kita dapat mendukung. Kita dapat membagikan cerita ini. Dan kita dapat menjadi bagian dari apa yang Tuhan sedang kerjakan melalui pelayanan di pedalaman Indonesia. Jika kisah sederhana dari Tumbang Sabetung ini menyentuh hati Anda, jangan berhenti hanya dengan membaca. Bagikan. Biarlah semakin banyak orang mengetahui bahwa di pelosok Kalimantan Tengah ada jemaat yang terus beribadah, ada pelayan Tuhan yang terus melangkah, dan ada kasih Kristus yang terus diberitakan. Karena Injil tidak boleh berhenti di kota. Kasih Kristus harus sampai ke pelosok negeri. Dan setiap jiwa layak mendengar tentang kasih-Nya.

Ibadah Jemaat Minggu Pagi
Desa Tumbang Sabetung, Kalimantan Tengah
Minggu, 23 Agustus 2026
Pukul 10.00 WIB
Pelayanan Penginjilan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI)
“Menghadirkan Kasih Kristus Lewat Aksi Nyata.”
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
