TUMBANG MANGKETAI – Di saat banyak dari kita Kebaktian Persekutuan di gedung yang megah, ber-AC dingin, dan kursi yang empuk, mari sejenak melihat ke ujung pedalaman Kalimantan Tengah. Di sinilah makna “Iman” yang sesungguhnya diuji dan bertumbuh subur.

Minggu, 16 Agustus 2026. Matahari bersinar cerah menembus celah-celah dinding kayu sederhana tempat Jemaat Tbg Mangketai berkumpul. Tidak ada mimbar berlapis emas, hanya meja kayu beralaskan kain kuning seadanya. Anak-anak kecil berlarian riang dengan kaki mungil mereka di atas lantai papan, namun kekhusyukan dan hadirat Tuhan di tempat ini sungguh luar biasa pekatnya.

Sebagai misionaris relawan dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), menjadi saksi mata betapa indahnya pelayanan hari ini.

Ada satu pemandangan yang membuat hati saya begitu tersentuh. Hari ini, Ibu Margemini melayani dengan dedikasi yang luar biasa. Beliau berdiri di depan sana bukan hanya sebagai Liturgus, tapi juga memimpin doa dengan cucuran air mata ketulusan, sekaligus menjadi Pengkhotbah yang menggemakan suara kebenaran di tengah kesunyian hutan Kalimantan. Bayangkan, satu sosok wanita tangguh, memborong semua tugas pelayanan demi memastikan umat di pedalaman tetap menerima asupan rohani!

Khotbah yang disampaikan Ibu Margemini hari ini terambil dari Matius 15:21-28 tentang “Perempuan Kanaan yang Percaya”.

Pesannya begitu kuat dan sangat relate dengan kondisi jemaat di sini. Perempuan Kanaan itu dipinggirkan, tidak diperhitungkan, dan menghadapi rintangan berat saat mencari pertolongan Tuhan. Tapi apa kata Yesus? “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”

Jemaat Tbg Mangketai mungkin berada di pelosok yang jauh dari hiruk-pikuk kota, mungkin mereka kekurangan fasilitas, tapi IMAN MEREKA SAMA BESARNYA dengan perempuan Kanaan tersebut. Keterbatasan akses dan kesederhanaan gereja kayu ini tidak sedikitpun mengikis semangat mereka untuk memuji Nama Tuhan.

Melihat ibu-ibu yang duduk mendaras Alkitab, bapak-bapak yang menunduk khusyuk, dan anak-anak balita yang kelak akan menjadi penerus gereja Tuhan ini… air mata rasanya tak bisa ditahan. Ini adalah wajah kekristenan yang murni. Pelayanan yang tidak mencari panggung, melainkan mencari jiwa-jiwa.

1

Sahabat terkasih, di mana pun kalian berada saat membaca tulisan ini, mari sejenak angkat hati dan berdoa untuk Ibu Margemini, Jemaat Tbg Mangketai, dan seluruh relawan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) yang terus berjuang membawa terang Injil ke pelosok Nusantara.

Bantu SHARE/BAGIKAN postingan ini agar lebih banyak orang yang bersyukur atas fasilitas ibadah mereka hari ini, dan agar lebih banyak hati yang tergerak untuk mendukung pelayanan misi di pedalaman!

“Bukan tentang seberapa megah gedung gerejamu, tapi seberapa megah tahta Tuhan di dalam hatimu.”

Video lengkap dapat dilihat pada akuntĀ Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)