TUMBANG MANGKETAI – Pagi ini, udara di pedalaman Kalimantan Tengah terasa berbeda. Jauh dari hiruk-pikuk kota, di tengah rimbunnya hutan belantara, sebuah kerinduan akan lawatan Tuhan mempertemukan kami, para relawan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), dengan jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran.

Tepat hari ini, Minggu, 09 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB, suara puji-pujian memecah kesunyian pedalaman dalam Kebaktian Persekutuan Jemaat POS PI Tumbang Mangketai. Tidak ada gedung megah dengan AC yang dingin, tapi kehangatan persekutuan di tempat ini jauh melebihi apa pun yang dunia bisa tawarkan.

Screenshot 2026 08 09 211212

Kebaktian Persekutuan dipandu dengan penuh semangat surgawi oleh Ibu Sisi Suyantie selaku liturgus. Saat lagu pengantar dari Kidung Jemaat No. 400 – “Kudaki Jalan Mulia” dinaikkan, ada getar keharuan di setiap suara yang menyanyi. Kami sedang benar-benar “mendaki jalan mulia” menembus keterbatasan pedalaman demi nama Kristus. Suasana semakin syahdu ketika Ibu Sisi memimpin doa pembukaan; sebuah doa yang tulus, memohon agar terang kasih Tuhan menembus setiap hati di Tumbang Mangketai.

Sebagai persiapan hati, Ibu Yuvita membacakan Nast Pengantar dari Kejadian 32:22-32 (Pergumulan Yakub dengan Allah). Sebuah pesan yang sangat mengena bagi kami para pelayan Tuhan di pedalaman: bahwa dalam setiap kesulitan, kita diajak untuk tidak menyerah, terus ‘bergumul’ dalam doa, dan memegang erat janji Tuhan sampai Dia mencurahkan berkat-Nya.

Puncak Kebaktian Persekutuan kami adalah taburan Firman Tuhan yang dibawakan dengan luar biasa oleh Bapak Abangsyah, Ketua POS PI Tumbang Mangketai. Beliau mengangkat nast dari Injil Matius 14:13-21 tentang Yesus memberi makan lima ribu orang laki-laki (belum termasuk perempuan dan anak-anak).

Dalam kesederhanaan penyampaiannya, Bapak Abangsyah menjelaskan makna yang sangat dalam dan relevan dari ayat-ayat tersebut, khususnya bagi kehidupan kami di pedalaman:

  • Belas Kasih Kristus Tanpa Batas (Ayat 14): Saat Yesus melihat orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Inilah alasan YDKI hadir di pedalaman. Pelayanan penginjilan bukan sekadar program kerja, melainkan wujud nyata dari belas kasihan Kristus kepada jiwa-jiwa yang terabaikan, lelah, dan sakit.

  • Mengubah Alasan Menjadi Tindakan (Ayat 15-17): Murid-murid Yesus melihat keterbatasan hari yang mulai malam dan tempat yang sunyi, sehingga mereka menyuruh orang banyak pergi. Seringkali, kita melihat pedalaman dengan cara yang sama: “Aksesnya susah, dananya kurang, biarlah mereka cari makan sendiri.” Tetapi Yesus membalikkan logika manusia dengan berkata: “Kamu harus memberi mereka makan.” Tuhan memanggil kita untuk turun tangan, bukan angkat tangan.

  • Yang Sedikit Menjadi Berkelimpahan (Ayat 18-21): Hanya ada lima roti dan dua ikan. Secara logika manusia, itu tidak masuk akal untuk ribuan orang. Namun, ketika yang “sedikit” itu diserahkan ke tangan Yesus, Ia menengadah ke langit, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan mukjizat terjadi! Semuanya makan sampai kenyang, bahkan sisa 12 bakul.

Pesan Inti Hari Ini: Di Tumbang Mangketai, fasilitas kami mungkin terbatas. Tenaga dan dana relawan YDKI mungkin terlihat kecil seperti “lima roti dan dua ikan”. Namun, saat kita menyerahkan apa yang kita miliki dengan iman ke dalam tangan Tuhan, Ia sendiri yang akan melipatgandakannya untuk keselamatan jiwa-jiwa di tanah Kalimantan!

Perjalanan pelayanan ini belum selesai. Tumbang Mangketai hanyalah satu dari sekian banyak ladang yang menguning.

Screenshot 2026 08 09 211241

Bagi saudara-saudari yang membaca postingan ini, mari ambil bagian! Anda tidak harus masuk ke hutan belantara untuk melayani. Doa yang Anda naikkan, dukungan moral, maupun donasi yang Anda berikan adalah “roti dan ikan” yang sedang Anda serahkan ke tangan Tuhan untuk dilipatgandakan bagi pedalaman Nusantara.

Mari terus bergandengan tangan! Bagikan (share) kesaksian ini agar lebih banyak hati yang tergerak melihat pekerjaan Tuhan di pedalaman.

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)