TUMBANG MANANGEI – Minggu, 20 September 2026, pukul 08.00 WIB. Kabut tipis mungkin masih memeluk Desa Tumbang Manangei, di pedalaman Kalimantan Tengah. Di saat anak-anak di kota mungkin masih terlelap atau asyik dengan gawai mereka, di sebuah rumah sederhana yang beralaskan tikar plastik biru bermotif bunga, sebuah nyala api kecil iman sedang menyala terang.

Hari ini bukanlah ibadah di gedung megah dengan pendingin ruangan. Ini adalah Sekolah Minggu bersahaja di rumah Guru Sekolah Minggu kami yang berdedikasi, Ibu Santri Milawati. Tidak ada panggung, tidak ada sound system canggih. Hanya ada kerinduan yang tulus.

Hadir di tengah-tengah kami empat permata berharga Tumbang Manangei:

  1. Queenara Kalysta
  2. Elsa
  3. Septa
  4. Sandi Alvero

api bagi Tuhan, dan bagi kami, kehadiran mereka adalah jemaat yang utuh dan luar biasa. Suasana menjadi khidmat ketika Elsa, dengan suara polos namun lantang, membacakan nas Alkitab dari Amsal 3 : 27-35. Perikop yang dipilih sungguh menohok hati kami semua: “Jangan Menahan Kebaikan”. Di tengah keterbatasan fasilitas, di lokasi yang jauh dari hiruk pikuk kemajuan, anak-anak ini belajar tentang esensi memberi.

“Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.” (Amsal 3:27)

Pesan ini bergema kuat di ruangan sederhana itu. Anak-anak pedalaman ini mengajarkan kita, masyarakat modern, sebuah sentilan keras: Kebaikan tidak butuh kekayaan untuk disalurkan. Kebaikan hanya butuh hati yang rela. Mereka duduk rapi di atas tikar, memegang buku “Lagu Sekolah Minggu” dan Alkitab mereka (seperti terlihat di foto). Mata mereka berbinar mendengarkan penjelasan Ibu Santri. Mereka mungkin tidak memiliki mainan mahal, tapi mereka memiliki kekayaan iman yang sedang dipupuk.

Ibadah ditutup dengan doa bersama. Kami semua tertunduk, bersyukur atas kesempatan melayani, bersyukur atas semangat Queenara, Elsa, Septa, dan Sandi. Kami berdoa agar benih firman “Jangan Menahan Kebaikan” ini tumbuh menjadi pohon karakter yang kuat dalam diri mereka.

WhatsApp Image 2026 09 21 At 15.20.14

Sahabat, kisah dari Tumbang Manangei ini adalah pengingat bagi kita semua. Yayasan Damar Kasih Indonesia berkomitmen untuk terus menjangkau pelosok, membawa pelita harapan dan kasih Kristus. Jangan tahan kebaikanmu hari ini. Anda bisa membantu pelayanan kami di pedalaman dengan:

  1. Mendoakan pelayanan YDKI dan anak-anak di Tumbang Manangei.
  2. Membagikan (Share) postingan ini agar semakin banyak orang terinspirasi oleh semangat mereka.

Setiap share Anda adalah bentuk dukungan moral bagi kami dan anak-anak di pedalaman. Mari kita buktikan bahwa kasih tidak mengenal jarak. Dari pelosok Kalimantan Tengah, kami mengirimkan kasih dan doa. Tuhan Memberkati.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia(yes)