Tumbang Sabetung – Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman, nyala api pelayanan di pedalaman Kalimantan Tengah tidak pernah padam. Kami, para misionaris relawan yang tergabung dalam Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), terus berkomitmen membawa kabar baik dan terang pengharapan hingga ke pelosok negeri.

Screenshot 2026 07 05 231800

Pada Minggu pagi ini, kami kembali merasakan lawatan Tuhan yang luar biasa bersama jemaat di pedalaman. Kesederhanaan tempat tidak menyurutkan semangat umat untuk memuji dan mendengarkan kebenaran Firman-Nya.

Keterangan Detail Kegiatan
Lokasi Pos PI Tbg Sabetung, Kalimantan Tengah
Tanggal Minggu, 05 Juli 2026
Waktu Pukul 10.00 WIB
Liturgus Ibu Lilie
Pembaca Alkitab Ibu NETI
Penyampai Firman Bpk. TRIYONO S.Pd

Dalam ibadah yang penuh hikmat ini, jemaat diajak untuk merenungkan dua bagian Alkitab yang saling melengkapi tentang bagaimana kita merespons panggilan Tuhan di tengah dunia yang semakin apatis.

1. Matius 11:16-19 (Dibawakan oleh Ibu NETI)

“Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”

Kutipan dari Injil Matius ini adalah teguran Yesus terhadap sikap generasi yang apatis, keras kepala, dan selalu mencari-cari kesalahan. Yohanes Pembaptis datang dengan cara berpuasa, namun dianggap kerasukan setan. Yesus datang makan dan minum bersama pemungut cukai, namun Ia disebut pelahap dan peminum.

  • Pesan untuk Kita: Di dalam ladang pelayanan pedalaman, rintangan dan kritik akan selalu ada. Namun, “hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” YDKI diajarkan untuk tidak menyerah pada respons dunia yang apatis, melainkan terus berfokus menghasilkan buah pelayanan yang nyata dan membawa damai sejahtera.

2. Roma 12:1-8 (Firman oleh Bpk. TRIYONO S.Pd)

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Bapak Triyono menjabarkan dengan sangat mendalam tentang apa artinya menjadi pengikut Kristus di era modern ini:

  • Ibadah yang Sejati: Persembahan di Perjanjian Baru bukanlah sekadar ritual atau membawa hewan kurban, melainkan mempersembahkan seluruh hidup dan budi pekerti kita setiap hari di luar gedung gereja—baik di rumah, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat.

  • Jangan Menjadi Serupa dengan Dunia: Di tengah kemajuan zaman yang serba instan, umat Tuhan dipanggil untuk mengalami “pembaruan budi” agar bisa membedakan mana kehendak Allah yang baik dan sempurna, serta menjauhi nilai-nilai duniawi seperti keegoisan dan kesombongan.

  • Satu Tubuh, Banyak Anggota: Gereja dan komunitas pelayanan ibarat satu tubuh. Ada yang menjadi tangan, mata, atau telinga. Kita semua memiliki karunia yang berbeda-beda—baik itu mengajar, memimpin, melayani, atau memberi. Bpk. Triyono menekankan, “Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas… siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

Pelayanan di Pos PI Tbg Sabetung dan berbagai wilayah pedalaman Kalimantan Tengah lainnya membutuhkan dukungan doa dan daya dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian. Setiap anggota tubuh Kristus memiliki perannya masing-masing. Jika kami di sini bertugas menabur benih Firman di garis depan, kami mengundang Anda untuk menjadi “tangan yang menopang” melalui doa dan donasi sukarela.

Bantuan Anda memastikan bahwa pelayanan penginjilan, pembinaan rohani jemaat, dan bantuan sosial di pedalaman dapat terus berjalan dan menjadi terang yang menyinari Kalimantan Tengah.

Screenshot 2026 07 05 231723

Jangan lupa bagikan postingan ini agar semakin banyak hati yang tergerak untuk melayani ladang Tuhan di pedalaman!

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)