Tumbang Sabetung, Di balik rimbunnya belantara Kalimantan Tengah, tersimpan banyak kisah perjuangan hidup yang luput dari pandangan mata dunia. Salah satunya adalah kisah keluarga Bapak Muhammad Juliansyah. Sebagai seorang kepala keluarga yang gigih, beliau berjuang setiap hari demi menghidupi istri dan ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Namun, kerasnya kehidupan pedalaman membuat mereka harus bertahan di sebuah rumah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Atap yang bocor saat hujan turun dan dinding rapuh yang tak lagi mampu menahan dinginnya angin malam menjadi teman sehari-hari ketiga buah hati beliau.

Melihat kondisi ini, hati kami di Yayasan Damar Kasih Indonesia tergerak. Melalui program Pelayanan Sosial – Bedah Rumah Tidak Layak Huni, kami berkomitmen untuk menghadirkan tempat bernaung yang aman, hangat, dan layak bagi keluarga Bapak Juliansyah. Misi kami sederhana: memastikan anak-anak ini dapat tidur nyenyak dan tumbuh sehat di bawah atap yang kokoh.

Status Pekerjaan: Tahap Persiapan (Capaian Fisik 0%)
Saat ini, capaian progres pembangunan fisik memang masih berada di angka 0%, namun semangat kami bersama warga setempat sudah berkobar 100%. Hari ini, kami secara resmi memulai langkah pertama.

Bukan hal yang mudah untuk membangun di wilayah pedalaman, namun puji syukur, tahapan pra-konstruksi sedang berjalan dengan sangat baik. Berikut adalah beberapa aktivitas utama yang sedang kami lakukan di lapangan saat ini:
- Mobilisasi dan Persiapan Bahan Bangunan Mengingat lokasinya yang menantang, kami telah mulai mengumpulkan material utama. Kami mendatangkan Kayu Balok Ulin—kayu khas Kalimantan yang terkenal akan kekuatan dan ketahanannya—sebagai fondasi utama dan tiang penyangga. Selain itu, kayu papan untuk dinding dan lantai, paku berbagai ukuran, serta lembaran seng untuk atap yang baru juga telah disiapkan di lokasi.
- Konsolidasi Tukang Bangunan Kayu Kami telah mengumpulkan para tukang kayu lokal yang sangat berpengalaman dalam membangun struktur rumah kayu khas pedalaman. Keahlian mereka sangat krusial untuk memastikan rumah ini tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga kokoh dan aman bagi anak-anak.
- Evakuasi dan Pemindahan Barang Perabotan Dengan gotong royong, tim relawan bersama warga sekitar membantu keluarga Bapak Juliansyah memindahkan sementara perabotan dan barang-barang rumah tangga mereka ke tempat yang lebih aman. Keluarga pun sementara kami tempatkan di hunian singgah hingga rumah baru mereka selesai.
- Pembongkaran Bangunan Lama Hari ini, perlahan tapi pasti, kami mulai merobohkan struktur bangunan lama yang sudah lapuk dan miring. Proses ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan tim dan area sekitar. Pembongkaran ini menjadi simbol perpisahan dengan masa lalu yang penuh keterbatasan, menuju lembaran baru yang lebih cerah.
- Merancang Cara Kerja (Action Plan) Bedah Rumah Di sela-sela debu pembongkaran, tim relawan dan kepala tukang duduk bersama merancang strategi dan jadwal kerja. Kami memetakan pembagian tugas agar target waktu penyelesaian dapat tercapai, mengingat cuaca hutan Kalimantan yang bisa berubah ubah.

Perjalanan membangun rumah ini baru saja dimulai. Diperlukan kerja keras, keringat, dan tentunya doa dari para donatur dan sahabat Damar Kasih di seluruh Indonesia agar proses pembangunan ini dijauhkan dari kendala cuaca maupun logistik.
Setiap batang kayu yang dipaku dan setiap lembar seng yang dipasang adalah wujud nyata dari cinta kasih kita bersama. Mari terus kawal perjalanan keluarga Bapak Muhammad Juliansyah menuju rumah impian mereka.

Bagi Sahabat Damar Kasih yang ingin turut mengambil bagian dalam pelayanan sosial ini, pintu donasi dan dukungan selalu terbuka lebar. Bersama-sama, kita nyalakan terus “Damar Kasih” di pelosok negeri!

Terus pantau laman website dan media sosial Yayasan Damar Kasih Indonesia untuk pembaruan (update) progres pembangunan rumah keluarga Bapak Muhammad Juliansyah pada minggu-minggu berikutnya.
Salam dan doa dari hutan Kalimantan,
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
