TUMBANG SABETUNG, KALIMANTAN TENGAH — Ada terang yang tak pernah padam di pedalaman Kalimantan Tengah. Terang itu bukan berasal dari lampu benderang di perkotaan, melainkan dari pancaran mata anak-anak Tuhan di Desa Tumbang Sabetung.

Pada hari Minggu, 26 April 2026, pukul 08.00wib, tim volunteer misonaris Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) kembali menyaksikan keajaiban kasih Tuhan melalui pelayanan Sekolah Hari Minggu (SHM). Di bawah kordinasi yang luar biasa dari Ibu Lili, kegiatan akhir pekan ini dipenuhi dengan sorak-sorai sukacita surgawi.

WhatsApp Image 2026 04 26 At 08.52.44

Sesuai dengan kerinduan dan visi pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia, setiap pertemuan Sekolah Hari Minggu didesain untuk membawa dampak kekal. Seperti yang selalu kami tanamkan, pelayanan ini berfokus pada:

  • Mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak sejak usia dini.
  • Disertai aktivitas menarik yang membuat anak-anak antusias: mulai dari nyanyian pujian, permainan edukatif, hingga cerita dan membaca Alkitab bersama.
  • Membangun karakter dan iman anak-anak agar kelak menjadi terang di tengah keluarga dan desa mereka.
  • Dilaksanakan secara konsisten (yang biasanya mencapai puncaknya pada ibadah setiap Minggu pagi), sebagai wujud dedikasi kami untuk pertumbuhan rohani mereka.

Hari itu, ruang sederhana tempat kami berkumpul terasa seperti katedral yang megah karena kehadiran 9 anak hebat yang penuh semangat. Mereka adalah:

  1. Pras
  2. Aldi
  3. Jondrio
  4. Winny
  5. Jelsi
  6. Mario
  7. Tayo
  8. Zihan
  9. Raisa

Melihat Pras, Aldi, dan teman-temannya bernyanyi dengan suara lantang, serta Winny, Raisa, dan Jelsi yang menyimak cerita Alkitab dengan mata berbinar, adalah bayaran lunas bagi setiap peluh dan lelah para volunteer yang menembus akses pedalaman Kalteng.

Dalam pertemuan kali ini, anak-anak diajak menyelami kebenaran Firman Tuhan yang sangat aplikatif.

Bacaan Alkitab diambil dari Matius 7:12-13. Ibu Lili dengan penuh kelembutan mengajarkan tentang Hukum Kasih (“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”) dan pentingnya memilih Jalan yang Sempit, yaitu jalan kebenaran yang seturut kehendak Tuhan, meskipun terkadang tidak mudah.

Pesan ini kemudian diperdalam melalui Bahasan Renungan dari 1 Tesalonika 5:17-22. Anak-anak diajarkan tiga fondasi penting dalam hidup anak Tuhan:

  • Tetaplah berdoa (ayat 17)
  • Mengucap syukurlah dalam segala hal (ayat 18)
  • Jangan padamkan Roh, dan ujilah segala sesuatu, peganglah yang baik (ayat 19-21)

Sungguh mengharukan melihat anak-anak Tumbang Sabetung belajar mempraktikkan rasa syukur. Di tengah keterbatasan fasilitas yang ada di desa, mereka justru memiliki hati yang paling kaya akan ucapan syukur.

1c

Sahabat Damar Kasih, pelayanan di Desa Tumbang Sabetung adalah bukti nyata bahwa ladang sudah menguning dan siap dituai. Pelayanan Ibu Lili dan para volunteer membutuhkan dukungan doa dari kita semua.

Mari terus bergandengan tangan bersama Yayasan Damar Kasih Indonesia. Bagikan kisah Pras, Jondrio, Tayo, Zihan, dan teman-teman kecil kita ini ke keluarga, kerabat, dan media sosial Anda. Biarlah melalui senyum mereka, nama Tuhan Yesus semakin dipermuliakan di bumi Kalimantan!

Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita bersama.

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)