Tumbang Manangei – Salam damai sejahtera, Sahabat Terkasih! Kehidupan nyata yang menginspirasi itu benar-benar terjadi di sini, di pelosok Borneo (Life happens here!). Pagi ini, Jumat, 17 Juli 2026, hati kami para relawan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) dibuat bergetar oleh sebuah pemandangan indah dari ujung pedalaman Kalimantan Tengah.

Cobalah lihat sejenak potret ruang kelas mereka. Di sebuah ruangan berdinding papan kayu berwarna hijau yang bersahaja, dengan cahaya matahari pagi yang menembus celah ventilasi kayu, dan meja-kursi yang jauh dari kata mewah, Tuhan bekerja dengan cara yang luar biasa!

WhatsApp Image 2026 07 20 At 11.31.28 (2)

Pukul 10.00 WIB, Ibu Hamnie, guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) kebanggaan kita, berdiri di depan kelas yang sangat istimewa di SDN Tumbang Manangei. Kelas ini bukan kelas biasa, melainkan gabungan dari 5 tingkat kelas yang hanya berisi 8 murid laskar Kristus yang tangguh, Mereka adalah:

Kelas 1: Queenara Kalysta & Sandi yang mungil namun penuh semangat.

Kelas 2: Milka & Daniel dengan senyum polosnya.

Kelas 3: Vino yang selalu antusias menyimak.

Kelas 4: Arsa, pelayan cilik yang bertanggung jawab.

Kelas 5: Denis Imanuel & Elsa, kakak-kakak kelas yang luar biasa mengayomi adik-adiknya.

Kebaktian Singkat yang Menggema ke Surga
Sebelum materi pelajaran dimulai, ruang kelas kayu itu berubah menjadi bait suci yang dipenuhi hadirat Tuhan. Ibu Guru Hamnie membuka pertemuan dengan doa yang khusyuk. Tak lama, Denis Imanuel maju dengan percaya diri memimpin lagu pujian. Tidak ada sound system mahal, hanya suara tulus anak-anak pedalaman yang menggema kuat memuji Nama-Nya.

Suasana menjadi hening nan syahdu ketika Elsa membacakan Firman Tuhan dari kitab Ibrani 12:1-5. Perikop “Nasihat supaya bertekun dalam iman” seolah menjadi pesan langsung dari Surga untuk mereka. Ya, bertekunlah anak-anakku! Walau jalan berdebu dan fasilitas terbatas, iman kalianlah yang akan mengangkat derajatmu!

Momen paling menyentuh adalah saat Arsa dengan senyum tulusnya mengedarkan kantong Persembahan Syukur. Dari tangan-tangan kecil mereka, dari sisa uang jajan yang tak seberapa, mereka belajar memberi dengan sukacita. Tema pelajaran hari ini sangat luar biasa: “Indonesia yang Ku Cinta“. Seperti yang terekam dalam video dan dokumentasi kami, Ibu Hamnie dengan penuh semangat mengajarkan arti toleransi, menghargai sesama teman dari berbagai suku bangsa, dan mencintai Tanah Air dengan kasih seperti kasih Yesus Sang Gembala Baik yang rela berkorban. Sungguh sebuah teladan kebhinekaan yang diajarkan langsung dari akar rumput!

Kegiatan yang penuh berkat ini kemudian ditutup dengan Doa Pulang oleh Ibu Hamnie, memohon perlindungan Tuhan agar anak-anak ini kelak menjadi terang bagi Tbg Manangei dan bagi Indonesia.

WhatsApp Image 2026 07 20 At 11.31.28 (1)

Sahabat, mari renungkan sejenak…

Jika anak-anak di pedalaman dengan segala keterbatasannya bisa begitu bersemangat memuji Tuhan dan mencintai bangsanya, bagaimana dengan kita yang memiliki segalanya? Jangan biarkan kisah mereka berhenti di layar handphone Anda. Mari kita Share postingan ini ke semua grup keluarga, sahabat, dan rekan sepelayanan! Tinggalkan doa terbaikmu di kolom komentar, dan mari bersama-sama kita dukung terus pelayanan misi penginjilan di pedalaman!

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!

Salam Kasih,
Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI)

Video lengkap dapat dilihat pada akuntĀ Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)