Tumbang Sabetung – Syalom, Sahabat Kasih di mana pun kalian berada!

Salam hangat dari kami, para volunteer misionaris Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) yang melayani di jantung pedalaman Kalimantan Tengah. Terpisahkan oleh jarak dan lebatnya hutan tidak menyurutkan semangat jemaat Tuhan di sini untuk terus memuji dan memuliakan Nama-Nya.

1

Minggu ini 12 Juli 2026, kami ingin membagikan secercah sukacita dari Ibadah Hari Minggu di Pos PI Desa Tumbang Sabetung. Semangat jemaat di sini benar-benar menjadi teguran sekaligus inspirasi bagi kita semua yang mungkin sering mengeluh dengan kenyamanan di kota.

Berikut adalah susunan pelayan Tuhan yang telah memberkati kita dalam ibadah minggu ini:

  • Liturgus: Ibu Novi Star Kristaliani (Yang memandu ibadah dengan penuh kehangatan dan sukacita)
  • Pembaca Alkitab: Ibu Meri Susanti
  • Pengkhotbah: Bapak UAN A Narang (Membawakan kebenaran Firman Tuhan dari Zefanya 2:1-2)
  • Doa Persembahan: Bapak Subiakto

Dalam ibadah kali ini, Ibu Meri Susanti membacakan nast Alkitab yang sangat menggugah hati kita semua. Berikut adalah detail firman Tuhan yang dibagikan: Kitab: Roma 3:9-20 Perikop/Judul Nast: Semua manusia adalah orang berdosa.

Isi Nast (Roma 3:9-20): (9) Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, (10) seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (13) Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa aspes, (14) mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, (15) kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah, (16) keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, (17) dan jalan damai tidak mereka kenal; (18) rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.” (19) Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam hukum Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. (20) Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Firman ini adalah fondasi penting dari iman kekristenan kita. Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada satu manusia pun yang luput dari dosa, tidak peduli apa latar belakang, suku, atau seberapa baiknya mereka terlihat di mata dunia. Kita semua berada di perahu yang sama: manusia berdosa yang membutuhkan kasih karunia Tuhan.

2

Nast ini sangat relatable dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari:

  • Hancurkan Kesombongan Spiritual: Seringkali kita merasa “lebih suci” atau “lebih baik” dari orang lain hanya karena kita rajin ke gereja atau aktif pelayanan. Firman ini menampar ego kita. Tidak ada ruang untuk kesombongan. Kesadaran ini harusnya membuat kita lebih rendah hati.

  • Berhenti Menghakimi Orang Lain: Karena kita tahu bahwa kita juga penuh kekurangan dan dosa, kita harus berhenti menjadi “hakim” atas hidup tetangga, teman, atau keluarga kita. Ubah kritik menjadi doa.

  • Bergantung Sepenuhnya pada Kasih Karunia: Ayat 20 mengingatkan bahwa perbuatan baik (melakukan hukum Taurat) tidak bisa menyelamatkan kita. Keselamatan adalah murni pemberian Tuhan melalui Yesus Kristus. Dalam hidup sehari-hari, ini berarti kita berbuat baik BUKAN untuk membeli tiket ke surga, melainkan sebagai wujud syukur karena kita sudah diselamatkan.

Pesan dari Roma 3 ini juga sangat selaras dengan Khotbah yang disampaikan oleh Bapak UAN A Narang yang diambil dari Zefanya 2:1-2, di mana Tuhan memanggil umat-Nya untuk berkumpul dan bertobat sebelum hari murka Tuhan tiba. Kesadaran bahwa kita berdosa (Roma 3) haruslah membawa kita pada tindakan pertobatan yang sungguh-sungguh (Zefanya 2).

Pelayanan di pedalaman Kalimantan Tengah ini mengajarkan kami arti ketulusan. Senyum jemaat Tumbang Sabetung adalah bukti nyata bahwa Injil terus hidup dan mengubahkan hati.

3

Kami dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) mengajak teman-teman semua untuk terus mendukung pelayanan ini. Tidak harus datang ke hutan Kalimantan, dukungan doa dan share postingan ini saja sudah menjadi berkat yang luar biasa bagi perluasan Kerajaan Allah!

Mari bagikan artikel ini agar lebih banyak orang diberkati oleh semangat jemaat Pos PI Tumbang Sabetung dan terteguran oleh kebenaran Firman-Nya hari ini! Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Video lengkap dapat dilihat pada akuntĀ Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)