Tumbang Sabetung, Di tengah pedalaman Kalimantan Tengah, ada sebuah kisah yang layak disebarkan ke seluruh penjuru negeri—kisah tentang cinta, pengharapan, dan pemulihan.

Beberapa waktu lalu, rumah milik Ibu Ramai “Indu Ilas”, seorang janda dengan tiga anak yang masih belum berkeluarga, hanya berdiri sebagai gubuk reyot yang hampir roboh. Tiang-tiang lapuk, atap bocor, dan dinding yang rapuh membuat mereka hidup dalam ketidakpastian setiap hari.

26b

Namun hari ini…
Tuhan mulai mengubah cerita mereka.
Melalui program sosial Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), pekerjaan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah berjalan dengan capaian 26–50%.

Dan hasilnya mulai terlihat.
Atap baru terpasang.
Sebagian dinding kokoh berdiri.
Rumah harapan mulai bangkit dari puing-puing masa lalu.

Dari gubuk hampir runtuh, kini berdiri rumah baru yang penuh doa dan pengharapan.

Ini bukan sekadar pembangunan fisik.
Bukan hanya papan dan paku.
Tetapi masa depan yang sedang dibentuk.

Ibu Indu Ilas dan ketiga anaknya kini memiliki tempat yang layak untuk kembali bermimpi. Mereka tidak lagi takut hujan atau angin malam. Mereka mulai merasakan hangatnya rumah—bukan hanya bangunan, tapi tempat yang penuh kasih dan pemulihan.

26a

Dan kita semua adalah saksi bahwa:

“Kebaikan akan selalu menemukan jalannya ketika kita memilih untuk peduli.”
“Bedah rumah ini bukan sekadar proyek, tetapi bukti nyata bahwa kasih Kristus bekerja melalui tangan-tangan yang mau melayani.”

Terima kasih kepada setiap donatur, relawan, dan keluarga besar YDKI yang terus setia melayani tanpa lelah.
Perjalanan masih berlangsung, dan kita percaya…
Rumah ini akan segera berdiri 100%—sebagai monumen kasih Tuhan bagi keluarga kecil ini.

Mari terus bersatu,
membangun rumah, membangun harapan, membangun kehidupan.(yes)