Tliu, Pelayanan kasih Tuhan terus dinyatakan melalui pekerjaan nyata Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Provinsi NTT. Dalam misi menghadirkan bukti kasih Allah yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, YDKI kembali melanjutkan pembangunan rumah dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga Bapak Yosua Lenamah.
Kini proses pembangunan telah mencapai 75%, dan wujud rumah baru yang diimpikan keluarga ini mulai terlihat semakin jelas. Tahapan ini sangat berarti, karena rumah sudah mulai memasuki bentuk akhir yang akan segera memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi keluarga.
Kasih yang Semakin Nyata: Rumah Mulai Terlihat Utuh
Pada tahap 75%, pekerjaan mulai memasuki fase struktural akhir, khususnya:
- Pekerjaan Rangka Atap
Pemasangan rangka atap menjadi salah satu tahapan penting yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi. Rangka ini menjadi penopang utama yang akan melindungi seluruh bagian rumah dari panas, hujan, dan angin kencang. Rangka atap tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menjadi lambang perlindungan Tuhan atas keluarga yang akan menempatinya.
- Pemasangan Atap
Selanjutnya, atap mulai dipasang dan menutup seluruh bangunan. Tahap ini membawa sukacita besar bagi keluarga Bapak Yosua Lenamah. Dengan terpasangnya atap, rumah kini benar-benar terlihat hidup. Atap menjadi simbol tempat berlindung dari badai, tempat di mana keluarga dapat merasa aman dan nyaman.
Pada momen ini, setiap orang yang terlibat—tukang, masyarakat, dan tim YDKI—dapat merasakan betapa besar penyertaan Tuhan yang memampukan pekerjaan ini berjalan lancar hingga mencapai titik ini.

Gotong Royong yang Membangun Harapan
Pelayanan sosial ini tidak hanya dikerjakan oleh YDKI, tetapi juga melibatkan masyarakat Desa Tliu yang dengan rela saling membantu. Ada yang memikul material, mengangkat papan, menata rangka, atau sekadar memberi semangat.
Semua itu menjadi bukti bahwa kasih Tuhan bekerja melalui banyak tangan, dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun harapan di desa-desa pedalaman.
Keluarga Bapak Yosua pun tidak berhenti mengucap syukur. Mereka melihat bahwa apa yang sedang terjadi bukan semata pekerjaan manusia, tetapi karya Tuhan yang dinyatakan melalui anak-anak-Nya.
Firman Tuhan sebagai Dasar Pelayanan
Dalam setiap proses pembangunan, kami terus memohon kekuatan Tuhan. Firman-Nya selalu menjadi pelita yang menuntun langkah kami. Seperti tertulis:
“Jika TUHAN tidak membangun rumah, maka sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” — Mazmur 127:1
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap pekerjaan hanya mungkin berhasil jika Tuhan sendiri yang menolong dan meneguhkan.

1
Langkah Menuju Penyelesaian
Capaian 75% pembangunan rumah ini menunjukkan bahwa berkat Tuhan terus dicurahkan atas pelayanan YDKI dan keluarga Bapak Yosua Lenamah. Dengan rangka atap dan atap yang sudah terpasang, rumah ini hampir siap menjadi tempat tinggal yang layak, nyaman, dan penuh sukacita.
Kami berdoa agar proses pembangunan dapat berjalan sampai selesai tanpa hambatan, dan rumah ini menjadi kesaksian hidup bahwa kasih Tuhan selalu nyata bagi mereka yang berharap kepada-Nya.
Segala kemuliaan bagi Tuhan.
Soli Deo Gloria.(yes)
