Sei Nanjan (Batu Kuli) – Pagi itu, embun masih menyelimuti rimbunnya hutan di sekitar Desa Sei Nanjan (Batu Kuli). Di tengah keheningan alam yang hanya dipecahkan oleh suara kicauan burung dan aliran sungai, terdengar sayup-sayup suara pujian yang penuh semangat.

Tepat pukul 07.30 WIB, pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sebuah kegiatan sederhana namun berdampak kekal sedang berlangsung. Di bawah naungan pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia, kegiatan Sekolah Hari Minggu (SHM) kembali digelar untuk menjangkau jiwa-jiwa muda di pedalaman ini.

WhatsApp Image 2026 02 15 At 07.58.35

Tanpa gedung mewah atau fasilitas multimedia canggih, Ibu Guru Ariani, seorang volunteer yang mendedikasikan hatinya bagi anak-anak pedalaman, berdiri dengan senyum mengembang. Dengan Alkitab di tangan dan alat peraga sederhana, beliau membawa berita sukacita Injil kepada anak-anak Desa Sei Nanjan.

Ketulusan Ibu Ariani dalam mengajar seolah menjadi magnet bagi anak-anak. Beliau tidak hanya mengajarkan cerita Alkitab, tetapi menanamkan nilai-nilai kasih, kejujuran, dan pengharapan yang bersumber dari Kristus.

“Tuhan Yesus tidak melihat seberapa bagus bajumu, tapi Tuhan melihat seberapa tulus hatimu mengasihi-Nya,” ucap Ibu Ariani dengan lembut saat menyampaikan firman Tuhan.

Hari ini, kelas dihadiri oleh enam anak yang luar biasa. Mereka adalah “mutiara-mutiara” yang Tuhan percayakan untuk dibina di tempat terpencil ini:

  1. Jhona Hernoca
  2. Silva Aniputri
  3. Siska Peronika
  4. Dera Kristi
  5. Kamela
  6. Salma Cantika

Meskipun jumlah mereka tidak banyak, antusiasme yang terpancar dari wajah Jhona dan teman-temannya sungguh membakar semangat pelayanan kami. Mereka duduk menyimak, sesekali tertawa, dan dengan lantang menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar tokoh iman yang diceritakan.

Kehadiran Dera Kristi dan Kamela yang pagi-pagi sekali sudah menunggu di lokasi, serta keaktifan Silva dan Siska dalam memuji Tuhan, menjadi bukti bahwa benih Iman yang ditaburkan Yayasan Damar Kasih Indonesia tidaklah sia-sia.

Pelayanan di Desa Sei Nanjan (Batu Kuli) ini mengingatkan kita kembali pada visi Yayasan Damar Kasih Indonesia: untuk menjangkau yang tak terjangkau dan mengasihi yang terabaikan.

Kami percaya, apa yang diajarkan Ibu Ariani hari ini kepada ke enam anak tersebut akan menjadi fondasi iman yang kuat saat mereka tumbuh dewasa nanti. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan membawa terang bagi keluarga dan desa mereka.

WhatsApp Image 2026 02 15 At 07.57.44

Kami mengundang seluruh mitra dan pendoa Yayasan Damar Kasih Indonesia untuk turut mendukung dalam doa:

  • Berdoa untuk Ibu Guru Ariani, agar Tuhan senantiasa memberikan kesehatan, hikmat, dan kekuatan dalam melayani di pedalaman.
  • Berdoa untuk pertumbuhan iman Jhona, Silva, Siska, Dera, Kamela dan Salma Cantika.
  • Berdoa agar akses dan fasilitas pelayanan di Desa Sei Nanjan semakin membaik, sehingga lebih banyak anak dapat dijangkau.

Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita bersama.

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)