TUMBANG SABETUNG – Inilah realitas indah yang kami hidupi sebagai misionaris relawan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) di pedalaman Kalimantan Tengah.

Pada Minggu pagi yang cerah, 20 September 2026, tepat pukul 10.00 WIB, sebuah ruang kelas sekolah di pelosok beralih fungsi menjadi bait suci yang dipenuhi hadirat Tuhan bagi Jemaat POS PI Tumbang Sabetung. Di antara meja dan bangku belajar kayu tempat anak-anak menuntut ilmu, kehangatan persekutuan umat Tuhan justru terasa begitu nyata dan intim.

Kebaktian Persekutuan dipimpin dengan penuh sukacita oleh Ibu Novi Star Kristaliani sebagai liturgus. Momen yang sangat menyentuh hati kami adalah ketika Saudari Julia melangkah ke depan kelas untuk membacakan firman Tuhan dari Ibrani 10:19-25. Pesan firman tentang keteguhan pengharapan dan pentingnya tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah bergema kuat di ruangan sederhana tersebut, dibacakan dengan khidmat di hadapan jemaat yang duduk merenung di bangku-bangku sekolah.

Dalam kesederhanaan fasilitas, doa-doa yang dinaikkan ke hadirat Tuhan terasa begitu murni. Ibu Novi memimpin doa dengan tulus, mensyukuri napas kehidupan yang Tuhan berikan, memohon penyertaan bagi Jemaat Tumbang Sabetung, dan memberkati siapa pun yang hadir, bahkan ketika anak-anak kecil dengan polosnya berjalan dan bermain di sekitar meja saat Kebaktian Persekutuan berlangsung. Puncak puji-pujian kami membahana saat seluruh jemaat bersatu hati menyanyikan Kidung Jemaat Nomor 21, “Hari Minggu, Hari yang Mulia,” merayakan kebesaran Tuhan yang sungguh tak dapat dibatasi oleh tempat, jarak, maupun waktu.

Kekuatan iman jemaat pedalaman ini semakin terpancar ketika seluruh hadirin, walau dalam jumlah yang kecil, bangkit berdiri bersama dengan sikap hormat untuk mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli. Momen ini menjadi bukti bahwa iman kekristenan yang otentik dan teguh terus berakar kuat di Tumbang Sabetung. Rangkaian ibadah ini kemudian disempurnakan dengan siraman rohani dari Bapak Uan A. Narang, S.Pd., yang mengupas tuntas nats Lukas 14:25-35 tentang harga sebuah kemuridan—sebuah pesan yang sangat relevan untuk menguatkan ketangguhan iman saudara-saudara kita di wilayah terpencil.

2

Kisah dari Jemaat POS PI Tumbang Sabetung ini adalah teguran manis sekaligus pengingat bagi kita semua yang mungkin sering menuntut kenyamanan berlebih saat beribadah di kota. Di sini, di tengah keterbatasan sarana, api cinta kasih kepada Kristus justru menyala begitu terang.

Mari dukung terus pelayanan penginjilan YDKI di pedalaman Kalimantan. Bagikan kisah ini agar lebih banyak hati yang terberkati, bersyukur, dan tergerak untuk mendoakan saudara-saudara seiman kita di Tumbang Sabetung. Kasih Tuhan senantiasa menembus lebatnya hutan dan jauhnya jarak!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia(yes)