TUMBANG SABETUNG – Salam damai dari jantung rimba Borneo! Saya ingin berbagi sebuah momen yang membuat hati saya luluh lantak oleh kebanggaan dan rasa haru. Sebagai relawan misionaris dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), melihat senyum tulus anak-anak di pedalaman Kalimantan Tengah adalah bayaran termahal yang tak bisa dinilai dengan uang.
Hari ini, Minggu, 27 September 2026, udara pagi di pedalaman terasa sangat sejuk, diiringi kicauan burung yang seolah ikut memuji Tuhan. Kami baru saja selesai melangsungkan Ibadah Anak Sekolah Minggu. Beralaskan kesederhanaan, namun dipenuhi oleh hadirat Tuhan yang luar biasa!
Momen ibadah hari ini benar-benar spesial dan dipimpin langsung oleh Bunda Lilie yang penuh kehangatan. Dengan senyum keibuannya, Bunda Lilie membuka ibadah dan menuntun anak-anak dalam doa pembuka yang sangat khusyuk. Mata kecil mereka terpejam rapat, tangan mungil mereka terlipat sempurna.

Yang membuat kami para kakak layan senang adalah keberanian dan semangat mereka dalam melayani:
Pembacaan Alkitab dibawakan dengan lantang oleh adik kita, Eka Prastya, yang mengambil nas dari Amsal 18:23. Suara kecilnya yang tegas mengingatkan kami orang dewasa tentang bagaimana orang miskin berbicara dengan memohon belas kasihan. Sangat menyentuh relung hati!
Firman Tuhan hari ini terambil dari Yakobus 2:1-2. Pesan yang disampaikan sangat kuat: Tuhan tidak pernah memandang muka. Di gubuk sederhana ini, tidak ada bedanya siapa yang pakai baju baru atau siapa yang nyeker tanpa alas kaki. Di mata Tuhan, anak-anak pedalaman ini sama berharganya dengan anak-anak di kota besar!
Setelah merenungkan Firman, tiba saatnya memberi yang terbaik untuk Tuhan: Doa persembahan dipimpin oleh Mario, yang berdoa dengan kepolosan yang hanya dimiliki oleh anak-anak. Kantong persembahan diedarkan dengan penuh sukacita dan tawa ceria oleh Tayo. Beberapa dari mereka mungkin hanya membawa recehan sekadarnya, tapi ketulusan mereka mengalahkan emas permata!
Ibadah yang indah ini kemudian ditutup dengan doa syafaat dan doa berkat yang dibawakan oleh adik manis, Winni Nostrisya. Doanya sederhana, mendoakan orang tua mereka yang sedang berladang, dan mendoakan kami para relawan YDKI agar betah melayani mereka. Air mata rasanya tak tertahankan lagi.
Sahabat terkasih, anak-anak pedalaman Kalimantan Tengah ini mungkin tidak punya sinyal internet yang cepat, tidak punya gadget mewah, atau mainan mahal. Tapi percayalah, “sinyal” iman mereka kepada Bapa di Surga jauh lebih kuat dari koneksi 5G mana pun!

Mari doakan terus pelayanan Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) di pedalaman. Mereka adalah generasi penerus gereja yang luar biasa.
Tolong BANTU SHARE postingan ini! Biarkan dunia melihat bahwa di pelosok hutan Kalimantan, ada laskar-laskar Kristus kecil yang imannya sedang bertumbuh lebat. Jangan biarkan semangat mereka redup karena kurangnya perhatian kita!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
