TLIU, Pelayanan kasih Tuhan kembali dinyatakan melalui karya nyata Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Provinsi NTT. Sebagai misionaris yang melayani bersama YDKI, kami melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Tuhan menyentuh hati banyak orang melalui gerakan sosial yang sederhana namun penuh makna: Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga Bapak Yosua Lenamah.

Setelah melalui tahap awal pembangunan yang menjadi fondasi utama, kini pekerjaan telah berkembang dengan signifikan dan mencapai 50%. Pada tahap ini, bentuk rumah mulai terlihat jelas, dan harapan keluarga mulai tampak bersinar lebih terang.

Kasih yang Terlihat: Dari Pondasi ke Wujud Bangunan

Di tahap ini, pelayanan kasih yang dilakukan tidak hanya menghadirkan harapan, tetapi juga memperlihatkan perubahan fisik yang nyata. Dengan dukungan para pekerja, masyarakat, dan tim YDKI, pembangunan rumah kini memasuki fase penting:

  1. Pemasangan Dinding

Dinding mulai berdiri kokoh, membentuk ruang-ruang yang kelak menjadi tempat keluarga berlindung, beristirahat, dan berkumpul. Dinding ini bukan sekadar tembok, tetapi simbol kemajuan dan keyakinan bahwa Tuhan sedang memulihkan hidup keluarga Bapak Yosua.

  1. Pemasangan Kusen

Pintu dan jendela mulai dipersiapkan melalui pemasangan kusen. Tahap ini menandai bahwa rumah akan segera memiliki akses masuk dan cahaya kehidupan. Kusen-kusen yang terpasang memberi bentuk dan estetika awal yang membuat bangunan semakin tampak hidup.

3

  1. Pemasangan Pentilasi (Ventilasi Udara)

Ventilasi dipasang untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Rumah yang sehat dimulai dari udara yang bersih dan mengalir dengan baik. Kehadiran ventilasi ini menjadi tanda bahwa YDKI bukan hanya membangun rumah, tetapi juga memperhatikan kualitas hidup keluarga yang akan menempatinya.

Kerja Bersama, Kasih Bersama

Pelayanan ini terwujud karena adanya kerja sama yang indah antara YDKI, masyarakat Desa Tliu, dan keluarga penerima manfaat. Ada yang membantu tenaga, ada yang menyediakan minuman, ada yang memberi dukungan moral—dan semuanya bersatu sebagai tubuh Kristus.

Di tengah proses pembangunan ini, kami melihat bahwa kasih tidak pernah sendirian. Kasih selalu mengajak orang lain untuk bergerak bersama, saling menopang, dan saling menguatkan.

Firman Tuhan yang Menguatkan Pelayanan

Seluruh proses ini terus kami naikkan dalam doa. Firman Tuhan menjadi dasar dan kekuatan dalam setiap pekerjaan, seperti tertulis:

“Dan baiklah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” — Ibrani 10:24

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap tindakan pelayanan, sekecil apa pun, adalah bagian dari pekerjaan baik yang memuliakan Tuhan.

2

Harapan yang Semakin Nyata

Dengan capaian 50%, rumah keluarga Bapak Yosua Lenamah kini semakin tampak bentuknya. Dinding berdiri, kusen terpasang, ventilasi tersusun—semua menjadi tanda bahwa kasih Tuhan sedang bekerja dengan kuat.

YDKI percaya bahwa rumah ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi tempat di mana keluarga ini akan mengalami pemulihan, penguatan, dan kasih Tuhan setiap hari. Semoga proses ini terus berjalan dengan baik hingga selesai, dan melalui pelayanan ini, nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Segala puji hanya bagi Tuhan.
Soli Deo Gloria.
(yes)