Tumbang Sabetung, Pelayanan Injil Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) di Desa Tumbang Sabetung Katingan Hulu – Kalimantan Tengah, kembali menorehkan langkah besar dalam pewujudan kasih Allah bagi jemaat pedalaman. Setelah proses panjang pengukuran ulang tanah, pemasangan patok batas, dan pembersihan lahan, kini jemaat kembali disemangati oleh satu kabar baik: gambar denah Gereja Tumbang Sabetung telah selesai dan siap direalisasikan.
Denah ini menjadi tonggak penting, menandai keseriusan pelayanan dan komitmen jemaat untuk membangun rumah Tuhan yang layak, kuat, dan indah.

Desain Modern Berbahan Kayu Pilihan
Gereja yang direncanakan akan dibangun memiliki ukuran sebuah dimensi ideal untuk menampung jemaat di Tumbang Sabetung yang terus bertumbuh. Meskipun menggunakan kayu pilihan sebagai material utama—selaras dengan kearifan lokal Kalimantan—desain gereja tetap mengusung pendekatan modern dan elegan.
Sentuhan modern terlihat pada:
- struktur atap yang lebih tinggi dan kuat,
- ventilasi yang dirancang untuk memaksimalkan aliran udara,
- tampilan fasad depan dengan kombinasi garis sederhana namun berkarakter,
- dan ruang ibadah yang lebih terang serta fungsional.
Gereja ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kehidupan rohani dan sosial bagi seluruh jemaat, mulai dari sekolah minggu, persekutuan pemuda, kegiatan ibu-ibu, hingga ibadah di rumah.
Bekerja Dengan Hati yang Sama
Kehadiran denah bangunan bukan sekadar dokumen teknis. Bagi jemaat Tumbang Sabetung, itu adalah janji harapan.
Sejak denah diputuskan, warga bersama tim YDKI bekerja dengan lebih bersemangat. Setiap orang mengambil bagian—ada yang menyiapkan alat, ada yang menebas rumput, ada yang mengumpulkan kayu, dan ada pula yang mendoakan proses pembangunan ini setiap hari.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan jarak pedalaman, kesungguhan jemaat menunjukkan bahwa pelayanan ini bukan pekerjaan manusia semata, tetapi bagian dari rencana Allah.
Ayat-ayat Penguatan Firman Tuhan
Pembangunan rumah ibadah selalu menjadi pekerjaan yang mulia. Firman Tuhan mengingatkan:
“Karena rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”— Yesaya 56:7
Ayat ini menjadi penguatan bagi jemaat Tumbang Sabetung bahwa gereja yang akan berdiri bukan sekadar bangunan, tetapi rumah doa yang kelak menjadi tempat pemulihan, pengharapan, dan pembaruan hidup.

Langkah Menuju Masa Depan yang Berkah
Dengan denah gereja telah rampung dan lokasi siap digunakan, pembangunan fisik menjadi tahap berikutnya yang sangat dinantikan. YDKI mengajak setiap pihak untuk tetap:
- mendoakan proses pembangunan,
- terlibat dalam gotong royong,
- dan mendukung kebutuhan material sesuai kemampuan.
Gereja kayu ini diharapkan menjadi simbol kasih Kristus yang hidup di tengah masyarakat Tumbang Sabetung—tempat generasi demi generasi bertumbuh dalam firman Tuhan. (yes)
