SEI NANJAN – Hati siapa yang tidak akan bergetar melihat ketulusan ini? Di tengah sunyinya pedalaman Kalimantan Tengah, jauh dari gemerlap kota, hiruk-pikuk aspal, dan fasilitas mewah, ada sebuah lentera harapan yang terus menyala. Sebagai relawan misionaris yang tergabung dalam Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), langkah kaki pengabdian ini membawa kami ke sebuah momen luar biasa pada hari Minggu, 30 Agustus 2026. Di sebuah ruang sederhana di POS PI Sei Nanjan, bibit-bibit generasi penerus sedang bertumbuh dengan iman yang luar biasa.
Hari itu, Ibadah Sekolah Minggu dipenuhi dengan kehangatan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Kak Eva, guru Sekolah Minggu yang luar biasa dedikasinya, membimbing anak-anak ini menyelami dalamnya kasih Tuhan melalui tema pelajaran dari kisah-kisah Perjanjian Baru. Semangat mereka mengalahkan jarak, debu, dan keterbatasan yang ada di depan mata.
Ibadah dimulai dengan kepolosan yang suci saat Jhona melipat tangannya yang mungil, memimpin doa pembuka dengan suara lantang yang memecah keheningan pagi. Tidak ada rasa ragu dalam suaranya, hanya ada iman yang murni. Momen yang paling membuat kami terharu sekaligus merinding adalah ketika Silva Putri Ani berdiri ke depan untuk membacakan nats Alkitab yang diambil dari Yohanes 3:16. Firman tentang kasih Allah yang begitu besar itu bergema di tengah pedalaman, mengantarkan kami pada cerita indah tentang “Percakapan dengan Nikodemus”. Melihat anak-anak ini menyimak dengan mata berbinar bagaimana Yesus mengajarkan arti kelahiran kembali, sungguh menjadi air kehidupan dan penguat semangat bagi kami para relawan YDKI.
Walaupun daftar hadir hari itu diisi oleh lima jiwa kesayangan Tuhan—Silva Putri Ani, Jhona, Camela, Kattrina Evadhitiya, dan jagoan kecil kita Raka Bumidhivanto—gemuruh pujian dan semangat mereka setara dengan ribuan jemaat di katedral besar. Mereka adalah bukti nyata bahwa pelayanan ke pelosok tidak akan pernah sia-sia.
Dengan wajah penuh rasa syukur, Camela kemudian mengedarkan kantong persembahan dan memimpin doa persembahan, mengajarkan kita semua bahwa memberi dengan hati yang tulus adalah bentuk cinta yang paling sejati. Rangkaian ibadah yang penuh sukacita ini akhirnya ditutup oleh doa akhir yang dipimpin langsung oleh Kattrina Evadhitiya, memohon penyertaan Tuhan bagi langkah kecil mereka di tengah belantara Kalimantan.
Kisah dari anak-anak POS PI Sei Nanjan ini bukan sekadar catatan pelayanan, melainkan sebuah pesan teguran yang manis bagi kita semua. Jika anak-anak di pedalaman Kalimantan Tengah ini bisa begitu bersukacita, gigih, dan haus akan kebenaran.

Mari terus dukung langkah kecil mereka bersama Yayasan Damar Kasih Indonesia! Sebarkan kisah ini, bagikan ke semua orang, dan biarkan dunia tahu bahwa di balik lebatnya hutan pedalaman, ada generasi penerus yang sedang dipersiapkan oleh Tuhan.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
