TUMBANG MANANGEI – Pagi ini, Minggu, 30 Agustus 2026 (pukul 09.00 WIB), langkah-langkah kecil memecah keheningan Desa Tumbang Manangei, pedalaman Kalimantan Tengah. Mereka adalah laskar-laskar Kristus yang masih belia, datang dengan wajah penuh semangat untuk mengikuti Kebaktian Persekutuan Sekolah Hari Minggu (SHM) Pos PI Jemaat setempat.

Pintu rumah Kak Santri Milawati (Guru Sekolah Minggu) terbuka lebar menyambut mereka. Walau secara hitungan manusia yang hadir hanya empat jiwa—Queenara Kalysta, Elsa, Septa, dan Milka—namun kami percaya, ada ribuan malaikat surga yang ikut bernyanyi bersama mereka hari ini.

Momen yang paling menyentuh adalah ketika adik kecil kami, Elsa, berdiri dengan berani memegang Alkitabnya. Dengan suara lantangnya yang membelah sunyi pedalaman, ia membacakan Mazmur 36:1-7“Ya TUHAN, kasih setia-Mu sampai ke langit, kesetiaan-Mu sampai ke awan…”

Ayat itu terasa begitu hidup. Di tengah keterbatasan akses dan jauhnya peradaban, kasih setia Tuhan benar-benar sampai ke atas langit Tumbang Manangei, memeluk anak-anak ini dengan pengharapan yang pasti. Kebaktian yang hangat ini kemudian ditutup dengan doa syafaat yang penuh air mata kerinduan oleh Kak Santri Milawati, menyerahkan masa depan anak-anak pedalaman ini ke dalam tangan Bapa.

Sebagai relawan misionaris dari Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI), melihat senyum Queenara, Elsa, Septa, dan Milka adalah bayaran termahal yang tak bisa dinilai dengan materi. Mereka adalah bukti bahwa terang Injil tidak akan pernah redup, sekecil apapun nyalanya, sejauh apapun tempatnya.

WhatsApp Image 2026 08 30 At 10.40.37

Mari saudara-saudaraku, jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Bagikan kisah kecil dari Tumbang Manangei ini. Biarkan dunia tahu bahwa di pelosok Kalimantan Tengah, ada benih-benih iman yang sedang bertumbuh subur.

Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita semua!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia(yes)