Tumbang Mangketai – Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita, Yesus Kristus!
Puji dan syukur senantiasa kita naikkan kepada Tuhan Sang Pemelihara kehidupan, yang terus menyertai setiap langkah pelayanan para relawan misionaris Yayasan Damar Kasih Indonesia. Pada hari Minggu, 12 April 2026, semangat persekutuan kembali terasa begitu hangat di tengah rimbunnya alam pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Tumbang Mangketai.
Rangkaian kegiatan pembinaan rohani di desa ini dimulai sejak pagi hari dengan keceriaan anak-anak dalam kegiatan Sekolah Hari Minggu (SHM). Tepat setelah ibadah anak-anak selesai, pada pukul 10.00 WIB, jemaat dewasa dan pemuda mulai berkumpul untuk melangsungkan ibadah Minggu Pagi bersama.

Ibadah yang berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita ini dipandu secara langsung oleh Ibu Sisi Suyantie Igos. Beliau melayani sebagai Liturgos sekaligus membacakan Berita Jemaat (Warta). Dengan penuh semangat pelayanan, Ibu Margemini merangkap tugas sebagai representasi Diaken/Majelis Jemaat untuk memastikan tata ibadah berjalan dengan tertib dan membawa jemaat ke dalam hadirat Tuhan.
Sebelum memasuki ibadah inti, ibadah diawali dengan Salam Presbiter yang disampaikan dengan hangat oleh perwakilan Majelis Jemaat (Penatua/Diaken). Salam ini tidak hanya menjadi tanda dimulainya persekutuan, tetapi juga menjadi sapaan kasih yang menguatkan ikatan persaudaraan di antara warga jemaat Tumbang Mangketai dengan tim pelayanan dari Yayasan Damar Kasih Indonesia.

Puncak dari ibadah Minggu ini adalah perenungan Firman Tuhan yang dilayani oleh Bapak Abangsyah sebagai Pengkhotbah/Pelayan Firman. Beliau mengajak jemaat untuk merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari kitab Perjanjian Baru, yakni Injil Lukas 23:36-49.
Melalui nas Alkitab yang menceritakan tentang penyaliban Yesus—mulai dari olok-olokan prajurit, percakapan dengan penjahat yang bertobat, hingga saat-saat terakhir Yesus menyerahkan nyawa-Nya—Bapak Abangsyah menyampaikan pesan yang begitu mendalam. Di tengah keterbatasan dan tantangan hidup di pedalaman, jemaat diingatkan kembali akan besarnya pengorbanan Kristus di kayu salib. Bahwa di saat-saat paling kelam sekalipun, kasih dan pengampunan Tuhan tetap mengalir (seperti yang ditunjukkan-Nya kepada penjahat yang bertobat). Pesan ini menjadi kekuatan baru bagi jemaat untuk terus memikul salib kehidupan dengan penuh pengharapan dan iman yang teguh.
Kami dari tim misionaris sangat bersyukur melihat antusiasme dan kehausan rohani jemaat di Desa Tumbang Mangketai. Pelayanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata hadirnya terang Injil yang membebaskan dan memulihkan.

Kami memohon dukungan doa dari Bapak/Ibu, para donatur, dan seluruh pembaca setia laman Yayasan Damar Kasih Indonesia. Teruslah mendoakan Bapak Abangsyah, Ibu Sisi Suyantie Igos, Majelis Jemaat setempat, serta seluruh tim relawan yang bertugas agar senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, dan kekuatan dalam menabur benih Firman di bumi Kalimantan Tengah.
Biarlah nama Tuhan saja yang dimuliakan melalui setiap pelayanan kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua!
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
