Tumbang Sabetung, Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti rimbunnya pepohonan di pedalaman hutan Kalimantan Tengah. Suara sahut-sahutan burung enggang dari kejauhan seakan menjadi lonceng alami yang menyambut indahnya hari Minggu. Jauh dari ingar-bingar kota, di tengah kesederhanaan alam yang luar biasa, karya keselamatan terus diberitakan.

Tepat pada hari ini, Minggu, 05 April 2026, jarum jam menunjuk pukul 08.00 WIB saat puji-pujian kecil mulai terdengar dari POS Pelayanan Injil Desa Tumbang Sabetung. Bangunan kayu sederhana itu kembali menjadi saksi bisu bagaimana benih-benih firman Tuhan ditaburkan di tanah yang subur, yakni di dalam hati anak-anak pedalaman.

Pelayanan Sekolah Hari Minggu pagi ini dipimpin oleh salah satu relawan misionaris kita yang penuh semangat, Ibu Lili. Dengan senyum hangatnya, Ibu Lili menyambut tiga jagoan kecil pahlawan Kristus yang hadir pagi ini: Pras, Aldi, dan Jondrio. Walaupun jumlah mereka tidak banyak dan langkah kaki mereka harus melewati jalan setapak yang basah, antusiasme dan binar mata ketiga anak ini adalah harta yang tak ternilai bagi kami di Yayasan Damar Kasih Indonesia.

Screenshot 2026 04 05 101330

Setelah bernyanyi dan berdoa bersama, Ibu Lili mengajak Pras, Aldi, dan Jondrio untuk duduk melingkar. Pagi ini, bahan cerita dan renungan diambil dari salah satu pasal yang paling indah di dalam Alkitab, yakni 1 Korintus 13 : 4-7.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Mengajarkan konsep filosofis tentang ‘Kasih’ kepada anak-anak tentu memiliki tantangannya tersendiri. Namun, dengan hikmat Tuhan, Ibu Lili menerjemahkan ayat-ayat agung ini ke dalam bahasa keseharian mereka di Desa Tumbang Sabetung.

Ibu Lili bercerita tentang bagaimana “kasih itu sabar dan murah hati” saat Pras dan Aldi harus berbagi mainan dari kayu. Tentang bagaimana “kasih tidak pemarah” ketika Jondrio tidak sengaja tersenggol saat mereka bermain bersama di tepi sungai. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa mengikut Yesus berarti mempraktikkan kasih sayang itu setiap hari—kepada teman, kepada orang tua, dan kepada alam ciptaan Tuhan di sekeliling mereka.

Melihat Pras, Aldi, dan Jondrio mengangguk-angguk paham, bahkan sesekali tertawa kecil ketika diberikan contoh cerita yang lucu, menghadirkan kehangatan tersendiri di tengah sejuknya udara pagi hutan Kalimantan.

Screenshot 2026 04 05 101215

Pelayanan di Desa Tumbang Sabetung adalah pengingat bagi kita semua bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan umat-Nya, di pelosok terdalam sekalipun. Melalui pelayanan POS Injil dan dedikasi relawan seperti Ibu Lili, Yayasan Damar Kasih Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi perpanjangan tangan Tuhan.

Tiga anak yang hadir pagi ini—Pras, Aldi, dan Jondrio—adalah generasi penerus gereja. Doa kami, biarlah firman tentang kasih dari 1 Korintus 13 ini tidak hanya berlalu di telinga mereka, tetapi tumbuh, berakar, dan berbuah lebat dalam kehidupan mereka kelak. Biarlah mereka tumbuh menjadi pemuda-pemuda pedalaman yang membawa terang kasih Kristus bagi desa mereka dan bagi Kalimantan.

Terima kasih kepada seluruh donatur, pendoa, dan simpatisan Yayasan Damar Kasih Indonesia. Dukungan Bapak/Ibu/Saudara-saudari adalah bahan bakar bagi kami yang berada di garis depan pelayanan. Teruslah doakan pelayanan di Tumbang Sabetung, doakan Ibu Lili, dan doakan anak-anak kami tercinta.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Imanuel!

Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)