TUMBANG SABETUNG – Halo sahabat terkasih! Salam damai sejahtera dari kami, para misionaris volunteer Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI). Melayani di pedalaman selalu membawa cerita yang menggetarkan hati, dan hari ini kami ingin membagikan sebuah momen indah yang membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk memuji nama Tuhan.
Pada hari Minggu, 27 September 2026, pukul 10.00 WIB, kami melangsungkan Ibadah Minggu Jemaat POS PI Tumbang Sabetung. Seperti yang dapat teman-teman lihat pada foto, Kebaktian Persekutuan ini digelar di sebuah ruang kelas berdinding kayu papan yang sangat sederhana. Para jemaat, dari orang dewasa hingga anak-anak, duduk berbaris rapi di bangku-bangku sekolah kayu untuk mengikuti jalannya ibadah.
Meski tanpa gedung gereja yang megah, hadirat Tuhan terasa begitu kuat. Kebaktian Persekutuan dipimpin dengan penuh sukacita oleh Ibu Lilie. Alunan lagu rohani dan suara pujian jemaat menggema hangat memenuhi ruangan kelas ini, membawa setiap hati untuk bersekutu dan fokus sepenuhnya kepada Tuhan.
Suasana semakin khidmat saat memasuki waktu pembacaan nast Alkitab yang terambil dari Matius 9:1-8, dibacakan oleh Saudari Meri Susanti. Jemaat tampak duduk tenang dan menyimak setiap ayat yang dibacakan dari depan kelas dengan penuh perhatian.
Puncak Kebaktian Persekutuan adalah penyampaian Firman Tuhan yang dibawakan dengan penuh kuasa oleh Bapak TRIYONO S.Pd. Mengambil nats dari Perjanjian Lama, yaitu Hakim-hakim 2:1-5, beliau berdiri di depan papan tulis kelas untuk mengingatkan jemaat tentang teguran malaikat Tuhan di Bokhim, serta pentingnya menjaga kesetiaan dan perjanjian dengan Allah di tengah dunia yang penuh tantangan. Pesan ini sangat relevan dan menguatkan kerohanian jemaat yang hidup di kesederhanaan pelosok desa.
Sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat pemeliharaan Tuhan, jemaat memberikan persembahan mereka yang diiringi dengan nyanyian pujian, dilanjutkan dengan doa persembahan yang dibawakan oleh Bapak Andrio Andiseven. Kebaktian Persekutuan yang penuh lawatan ini kemudian ditutup dengan doa penutup dan berkat yang kembali dipimpin oleh Ibu Lilie. Seluruh jemaat berdiri, bernyanyi bersama, dan menerima berkat Tuhan sebelum kembali ke rumah masing-masing dengan damai sejahtera.
Saudara-saudari, melayani di pedalaman Kalimantan Tengah mengajarkan kami satu kebenaran mutlak: Tuhan tidak pernah melihat seberapa megah bangunan tempat kita beribadah, melainkan seberapa megah hati kita yang rindu dan haus akan Dia.
Mari bantu bagikan postingan ini agar menjadi berkat bagi lebih banyak orang! Terus dukung pelayanan penginjilan YDKI melalui doa dan daya, agar terang Injil semakin tersebar luas ke ujung bumi, menyentuh setiap jiwa di pelosok negeri.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
