Tumbang Sabetung – Pagi ini, Jumat, 12 Juni 2026, tepat pukul 10.30 WIB, suasana damai menyelimuti sebuah ruang kelas berdinding kayu di pelosok desa. Di balik kesederhanaan fasilitas yang ada, terpancar terang sukacita rohani yang luar biasa dari wajah anak-anak penerus generasi bangsa. Di sinilah Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI) hadir melalui POS Pelayanan Injil Desa Tumbang Sabetung, membawa terang firman Tuhan bagi mereka yang haus akan kebenaran.
Hari ini, kegiatan Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SDN Tumbang Sabetung dipimpin langsung oleh Pelayan Khusus (PK) YDKI, Ibu Guru Novi Starkristaliani, S.Pd. Dengan penuh dedikasi dan kelembutan, beliau mengumpulkan murid-murid dari kelas 1 hingga kelas 5 untuk belajar bersama di dalam satu ruangan.

Kehadiran YDKI di tempat ini bukan sekadar mengajar rutinitas akademis, melainkan menanamkan nilai-nilai kekal. Kegiatan pagi ini diawali dengan puji-pujian yang dinyanyikan dengan suara lantang dan penuh semangat oleh anak-anak, dilanjutkan dengan doa yang dipanjatkan dengan tangan terlipat dan mata terpejam, tanda penyerahan diri yang tulus kepada Bapa di surga.
Materi yang dibawakan oleh Ibu Novi hari ini memiliki tema yang sangat mendalam, yaitu: “Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri.” Untuk membekali anak-anak dengan fondasi yang kuat, Ibu Novi mengajak mereka untuk mencermati dan membaca Alkitab bersama-sama, yang diambil dari dua perikop penting:
- Injil Matius 22:34-40 – Tentang Hukum Terutama dan yang Pertama, di mana Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mengasihi Tuhan dengan segenap hati harus berjalan beriringan dengan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.
- Injil Matius 7:12 – Hukum Emas (Golden Rule): “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”
Bagi anak-anak kelas 1 hingga kelas 5, konsep ini diajarkan dengan bahasa yang membumi dan mudah dipahami. Ibu Novi memberikan contoh-contoh nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari di desa dan di sekolah: bagaimana cara berbagi bekal, menolong teman yang terjatuh, tidak saling mengejek, dan saling memaafkan.
Melalui pengajaran ini, anak-anak SDN Tumbang Sabetung tidak hanya diajak untuk menjadi pintar secara akal, tetapi juga memiliki karakter Kristus. Mereka diajarkan bahwa kasih bukanlah sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang harus dipraktikkan setiap hari kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Sebagai seorang misionaris, melihat antusiasme anak-anak di SDN Tumbang Sabetung ini adalah sebuah penghiburan dan kekuatan tersendiri. Dinding kelas yang terbuat dari papan kayu ini menjadi saksi bisu bagaimana benih-benih Injil ditaburkan. Anak-anak yang duduk manis di bangku mereka ini adalah gereja masa depan; mereka adalah terang-terang kecil yang kelak akan menyinari Desa Tumbang Sabetung dan sekitarnya.
Kami sangat bersyukur atas dukungan dan doa dari seluruh donatur serta pengurus Yayasan Damar Kasih Indonesia (YDKI). Pelayanan Ibu Novi Starkristaliani, S.Pd hari ini adalah bukti nyata bahwa kasih Tuhan tidak pernah terbatas oleh jarak maupun kondisi geografis.
Mari kita terus berdoa agar firman Tuhan yang telah ditaburkan hari ini di hati anak-anak kelas 1 hingga kelas 5 SDN Tumbang Sabetung dapat bertumbuh, berakar, dan berbuah lebat. Biarlah mereka tumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan dan sungguh-sungguh mengasihi sesamanya.
Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita semua. Amin.
Video lengkap dapat dilihat pada akunt Facebook Damar Kasih Indonesia. (yes)
